Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Memprihatinkan, Hampir 500 Ribu pelajar di Indonesia Terpapar Judi Online

📅 Kamis, 27 Feb 2025, 03:03 WIB | Oleh:
Memprihatinkan, Hampir 500 Ribu pelajar di Indonesia Terpapar Judi Online Doc: Antara
Ket. Ilustrasi judi online.

Hampir 500.000 pelajar baik murid maupun mahasiswa yang terdiri dari 47.400 anak di bawah 10 tahun dan 440.000 anak usia 10 hingga 20 tahun menjadi pemain judi online.

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengatakan, anak kecanduan gim online rawan terpapar judi online. Dia menyebut, pada 2023 Badan Pusat Statistik mencatat 46,2 persen anak Indonesia berusia 0-18 tahun mengalami kecanduan game.

1740584502_90ebe32c57f9b7f6bfeb.jpg

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, dalam peringatan Hari Internet Aman Sedunia, di Jakarta, Rabu (26/2). (Foto Muhamad Marup)

“Ini juga cerita dari seorang anak, secara tiba-tiba muncul sendiri game-game online yang mengarah ke judi online. Ataupun muncul konten-konten yang tidak pantas untuk dilihat oleh anak-anak,” ujar Meutya, dalam peringatan Hari Internet Aman Sedunia, di Jakarta, Rabu (26/2).

Dia mengatakan, kondisi ini terjadi karena seringnya anak mengakses internet untuk bermain gim. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat rata-rata anak menghabiskan waktu diinternet selama 4-6 jam dan banyak dari mereka yang menggunakannya untuk bermain gim.

Meutya melanjutkan, hampir 500.000 pelajar baik murid maupun mahasiswa terlibat aktivas judol. Perinciannya 47.400 anak di bawah 10 tahun dan 440.000 anak usia 10 hingga 20 tahun menjadi pemain.

“Ini data-data yang dicatat oleh pemerintah dan mengkhawatirkan. Karena angka-angka tadi bukan hanya sekedar angka-angka, tapi adalah anak-anak,” jelasnya.

Meutya mengungkapkan, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) juga membawa ancaman baru. Child Rescue Coalition melaporkan bahwa konten pelecehan seksual anak berbasis AI (CSAM) kini semakin berkembang, memperburuk penyebaran eksploitasi seksual anak di dunia digital.

Dia menambahkan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap bahwa 24.049 anak berusia 10 hingga 18 tahun diduga terlibat dalam prostitusi, dengan 130.812 transaksi dan total perputaran uang mencapai 127 miliar rupiah. Pelaku kekerasan dan eksploitasi seksual memanfaatkan media sosial dan game online sebagai sarana untuk mendekati, memperdaya, dan mengeksploitasi anak-anak di dunia digital.

“AI kita harapkan dapat membantu kita di segala lini, segala sektor. Namun di saat yang bersamaan juga memiliki kekhawatiran di mana deepfake dan misinformasi maupun juga pengeksploitasian anak mungkin juga bisa menjadi bertambah dengan kehadiran teknologi-teknologi baru,” katanya.

Penguatan Regulasi

Meutya mengungkapkan, pemerintah saat ini menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah terkait Tata Kelola Perlindungan Anak di Dalam Ruang Digital. Menurutnya, aturan ini bertujuan bukan untuk membatasi, tapi untuk proteksi, untuk memberi perlindungan anak-anak dari konten-konten yang penuh resiko. Pembatasan akan dilakukan sesuai klasifikasi umur dan tingkat resiko dari fitur-fitur yang ada di platform tersebut.

Dia meminta penyedia platform seperti media sosial untuk tidak khawatir. Menututnya, kalau platformnya baik dan aman untuk anak-anak, maka mereka perlu mendukung rencana pemerintah tersebut. “Sekali lagi, ini bukan keinginan pemerintah semata, tapi adalah keinginan, aspirasi masyarakat yang kita respons dengan peraturan pemerintah,” ucapnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Couch Herdman Ajak Tim Teta...

Bediding Bukan Fenomena Cuaca Ekstrem

1.5 jam yang lalu | Sujar

Daerah
Bediding Bukan Fenomena Cua...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.