Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemarau Picu Penundaan Masa Tanam, DPKP Kota Jambi Soroti Krisis Air di Sawah Tadah Hujan.

📅 Kamis, 06 Agu 2026, 11:10 WIB | Oleh:
Kemarau Picu Penundaan Masa Tanam, DPKP Kota Jambi Soroti Krisis Air di Sawah Tadah Hujan. Doc: Antara Foto
Ket. Lahan padi siap panen di Jambi dipasang jaring untuk menghindari serangan hama burung.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Jambi menyebut musim kemarau yang melanda wilayah Jambi memicu penundaan masa tanam di sejumlah sawah tadah hujan setempat akibat berkurang ketersediaan air.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DPKP Kota Jambi Amiruddin di Jambi, Rabu, mengatakan lahan persawahan di kota itu sebagian besar merupakan sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan sebagai sumber utama pengairan.

Kebutuhan air sawah saat musim hujan dapat terpenuhi secara alami, kata dia, sedangkan petani ketika musim kemarau harus memanfaatkan air dari sungai maupun saluran air di sekitar lahan untuk mengairi tanaman.

"Kondisi sawah di setiap lokasi tidak sama," katanya.

Lahan yang berada di kawasan cekungan masih memiliki genangan air sehingga tetap dapat ditanami, sementara sawah yang mulai mengering menyebabkan petani menunda masa tanam hingga ketersediaan air kembali mencukupi.

Amirudin menyebutkan luas lahan sawah yang dilindungi (LSD) di Kota Jambi mencapai 459 hektare, sedangkan total luas sawah sekitar 520 hektare.

Pemerintah kota tersebut menargetkan realisasi luas tanam padi mencapai 538 hektare pada 2026.

Realisasi luas tanam hingga awal Agustus 2026, telah mencapai 443 hektare atau sekitar 82 persen dari target, masih terdapat sekitar 96 hektare yang diharapkan dapat ditanami dalam waktu dekat.

"Kami tetap optimistis target luas tanam tahun ini dapat tercapai meski menghadapi musim kemarau dan musim saat ini juga mulai memengaruhi komoditas hortikultura," kata dia.

Berdasarkan hasil pemantauan DPKP di lapangan, sekitar 60 persen tanaman hortikultura, terutama sayuran dan buah-buahan, terdampak akibat berkurang ketersediaan air.

"Kami mengimbau petani memanfaatkan sumber air secara efisien," kata Amiruddin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Nasional
Menbud Dorong Pelajar Indon...
Luar Negeri
Efek Ganda Konflik dan El N...
Luar Negeri
Kasus Genosida, Meksiko dan...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.