Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Longsor di Aur Malintang, Pemkab Padang Pariaman Percepat Pembangunan Trase Jalan Baru.

📅 Kamis, 06 Agu 2026, 11:06 WIB | Oleh:
Longsor di Aur Malintang, Pemkab Padang Pariaman Percepat Pembangunan Trase Jalan Baru. Doc: Antara Foto
Ket. Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar Hendra Aswara (kanan) bersama Anggota DPR RI Arisal Aziz (kiri) meninjau lokasi jalan longsor di Kecamatan IV Koto Aur Malintang.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat, menyiapkan trase jalan baru sebagai solusi setelah bencana longsor yang memutus akses jalan di Korong Sungai Pingai, Nagari Aur Malintang Selatan, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada Senin (3/8).

"Pembangunan trase jalan baru merupakan solusi terbaik demi keselamatan masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, kita berharap akses ini dapat segera dibuka sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal," kata Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Padang Pariaman Hendra Aswara di Parik Malintang, Rabu.

Ia mengatakan pemerintah daerah bersama anggota DPR RI, pemerintah nagari, masyarakat, dan pihak terkait, telah membahas penanganan jalan terban yang disebabkan oleh longsor tersebut.

Berdasarkan pembahasan tersebut, lanjut dia, disepakati pembangunan trase jalan baru guna menghindari ruas jalan lama karena dinilai tidak lagi aman akibat terdampak longsor.

Hendra mengatakan anggota DPR RI Arisal Aziz menyatakan kesiapan membantu ganti rugi tanah milik warga yang terdampak pembangunan trase jalan baru tersebut. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pembebasan lahan, sehingga pekerjaan pembukaan akses jalan dapat dilakukan segera.

Pihaknya mengapresiasi dukungan seluruh pihak, terutama sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, dalam mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana.

Hendra mengatakan langkah cepat dari seluruh pihak tersebut dapat memberikan harapan kepada masyarakat karena akibat akses mengalami kerusakan parah berdampak pada mobilitas, sekaligus aktivitas perekonomian warga di kawasan itu.

Pihaknya komitmen mengawal pembangunan trase jalan baru hingga selesai agar akses transportasi masyarakat kembali pulih, aktivitas ekonomi berjalan normal, serta keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.

Sebelumnya Pemkab Padang Pariaman memprioritaskan penanganan empat titik longsor pada jalan di daerah itu yang memutus akses transportasi warga akibat cuaca ekstrem yang mengguyur wilayah itu pada Senin (3/8).

"Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Seluruh perangkat daerah kami minta meningkatkan koordinasi guna mempercepat penanganan di lapangan dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi," kata Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis.

Ia mengatakan pemerintah daerah telah menginstruksikan BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pemerintah kecamatan, dan pemerintah nagari, serta meminta TNI-Polri untuk mempercepat penanganan di lapangan agar akses masyarakat dapat kembali normal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Ekonomi
Penyesuaian harga bbm nonsu...
Advertisement
BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.