Kepada Badan Gizi Nasional: Program MBG Tetap Jalan hingga Jelang Hari Raya Idul Fitri, Makanan Akan Dibawa Pulang ke Rumah oleh Siswa
📅 Selasa, 25 Feb 2025, 03:03 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup“Nanti kita akan evaluasi setelah berjalan satu minggu begitu, apakah di daerah yang non-muslim sama seperti yang pada umumnya atau diberikan perlakuan khusus,” ucapnya.
Dadan berharap makanan yang disediakan oleh BGN dapat menjadi contoh bagi orang tua dalam menyajikan makanan sehat di rumah, terutama selama bulan Ramadan. Hal ini dinilai penting untuk mengurangi kebiasaan menyuguhkan makanan manis dan berminyak yang kurang baik bagi kesehatan anak.
“Kita memberikan makanan yang segar setiap hari mengurangi kandungan gula yang terlalu berlebihan, dan menyajikan makanan-makanan yang sehat seperti itu. Mudah-mudahan bentuk makanan yang diberikan oleh BGN bisa dicontoh di rumah masing-masing,” ujar Dadan Hindayana.
Papua Tengah
Sebaiknya Anda baca juga:
Dadan mengungkapkan bahwa program MBG yang menjadi salah satu program inisiasi Presiden Prabowo Subianto sudah berjalan di 38 provinsi dalam kurun waktu 1,5 bulan sejak diluncurkan.
“Jadi dalam waktu satu setengah bulan, sekarang sudah mencapai di 38 provinsi dan di 693 satuan pelayanan,” kata Dadan.
Dadan menjelaskan bahwa pada Senin ini, MBG baru berjalan di Provinsi Papua Tengah, sehingga resmi program tersebut sudah dilaksanakan di seluruh provinsi Indonesia, serta penambahan 117 jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menjadi 693 SPPG.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada pekan ini, jumlah penerima MBG juga bertambah menjadi lebih dari 2 juta penerima manfaat di 38 provinsi sejak diluncurkan pertama kali pada 6 Januari 2025. “Minggu ini Insyaallah sudah bisa melayani lebih dari dua juta penerima manfaat,” kata Dadan.
Adapun Presiden Prabowo Subianto menargetkan 6 juta siswa di seluruh wilayah Indonesia sudah menerima manfaat program MBG pada akhir Juli 2025. Program MBG dilatarbelakangi dari kondisi sebanyak 60 persen anak-anak Indonesia belum mengonsumsi makanan dengan gizi yang lengkap.
Dadan mengatakan 60 persen anak Indonesia tidak mengonsumsi susu karena tak mampu membeli, bukan karena tidak cocok atau laktosa intoleran. Presiden Prabowo menekankan program MBG akan menyasar lebih dari 85 juta anak, serta ibu hamil di Indonesia pada akhir 2025.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan pihaknya mendorong program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar mampu menciptakan lapangan kerja atau job creation. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, saat bertemu dengan Kepala BGN, Dadan Hindayana.
“Kami sedang memetakan bagaimana setiap satuan pelayanan MBG dapat berkontribusi dalam menambah pekerja baru,” ujar Menaker, di Jakarta, Senin. ruf/Ant/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!