Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus Anak Tewas Tersedot Saluran Pembuangan Kolam Renang Diselidiki Polisi

📅 Minggu, 23 Feb 2025, 22:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kasus Anak Tewas Tersedot Saluran Pembuangan Kolam Renang Diselidiki Polisi Doc: ANTARA
Ket. Sejumlah warga berupaya mengevakuasi korban yang tenggelam karena tertarik saluran pembuangan air kolam renang di Hotel ANB Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (23/2/2025).

GARUT – Kepolisian Resor Garut menyelidiki seorang anak yang tewas karena tersedot saluran pembuangan air saat berenang di kolam renang Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (23/2).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, Ajun Komisaris Polisi Joko Prihatin, mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan guna mencari penyebab musibah yang menimpa wisatawan anak itu.

"Kita akan lakukan penyelidikan atas kejadian tersebut," kata Joko saat dihubungi di Garut, Minggu malam.

Kecelakaan yang menimpa Bagja Nurjaman (6) sekitar pukul 10.00 WIB itu terjadi saat pengunjung kolam renang di Hotel ANB, Kecamatan Pameungpeuk, Garut, sedang ramai.

Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Air dan Udara Polres Garut, Iptu Aep Saprudin, menyampaikan bahwa korban meninggal dunia karena tenggelam setelah tangannya tertarik ke saluran pembuangan air kolam.

"Tangan korban tersangkut saluran pembuangan air," katanya.

Dia menuturkan kejadian itu bermula ketika korban bermain perosotan, kemudian berenang di kolam renang sedalam satu meter dan tiba-tiba tangannya tertarik ke saluran air sehingga kesulitan untuk kembali ke permukaan.

Korban yang sulit dievakuasi itu akhirnya tidak bisa diselamatkan dan meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit.

"Korban sempat dicoba untuk diselamatkan, tetapi kondisi korban sulit diangkat karena tersangkut," kata Aep.

Kejadian itu sempat direkam pengunjung hingga kemudian ramai tersebar di media sosial dan grup percakapan WhatsApp di Garut.

Sejumlah wisatawan maupun petugas gabungan lainnya berupaya menolong korban, bahkan sebagian pengunjung mencoba menguras air dengan peralatan seadanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Nasional
BMKG Prakirakan Ingatkan Po...
Luar Negeri
NASA Ungkap Pola Arus Laut ...
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.