Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korut Kritik Pernyataan Menlu Korsel, AS, dan Jepang

📅 Rabu, 19 Feb 2025, 02:50 WIB | Oleh:
Korut Kritik Pernyataan Menlu Korsel, AS, dan Jepang Doc: Ministry of Foreign Affairs Republic of Korea
Ket. Menlu Korsel, Cho Tae-yul, mendampingi Menlu AS, Marco Rubio, dan Menlu Jepang, Takeshi Iwaya, saat ketiganya bertemu di sela-sela Konferensi Keamanan Munich di Jerman pada Sabtu (15/2). Pertemuan trilateral ini dikritik Korut

SEOUL - Korea Utara (Korut) menyampaikan komitmen untuk tetap melanjutkan rencana dalam meningkatkan kemampuan nuklirnya, sambil mengkritik pernyataan bersama dari Korea Selatan (Korsel), Amerika Serikat (AS), dan Jepang, yang memutuskan untuk mengupayakan denuklirisasi Korut secara menyeluruh.

Kementerian Luar Negeri Korut mengeluarkan kritik tersebut dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita KCNA pada Selasa (18/2), dengan menyatakan kekhawatiran serius terhadap tindakan gegabah AS, Jepang, dan Korsel, yang disebut telah memicu konfrontasi dan konflik di Semenanjung Korea.

Sebelumnya, para menteri luar negeri dari Korsel, AS, dan Jepang, merilis pernyataan bersama terkait hal itu pada Sabtu (15/2) setelah sebuah pertemuan yang diadakan di sela-sela Konferensi Keamanan Munich di Jerman.

“AS sedang mengejar rencana yang ketinggalan zaman dan tidak masuk akal, dengan menyebut denuklirisasi sebagai tujuan yang tidak berwawasan luas, dan kami memperingatkan agar tidak melakukan tindakan bodoh yang menghasut permusuhan dan konflik kolektif,” lapor KCNA yang mengutip pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Korut.

Kementerian Luar Negeri Pyongyang mengkritik negara-negara tersebut karena mengejar rencana yang “ketinggalan zaman dan tidak masuk akal”, dan memperingatkan agar tidak melakukan apa yang disebutnya sebagai “tindakan bodoh yang menghasut permusuhan dan konflik kolektif”.

KCNA menambahkan bahwa selama ancaman dari AS dan pasukan bawahannya masih ada, maka senjata nuklir Korut merupakan sarana pertahanan diri yang sah menurut konstitusinya dan diperlukan untuk perdamaian serta kedaulatan.

Kemenlu Korut kemudian mengatakan bahwa mereka akan secara konsisten mematuhi kebijakannya untuk memperkuat kekuatan nuklirnya serta akan fokus untuk menghalangi AS dan pasukannya.

Kirim Delegasi Teknologi

Sementara itu kantor berita KBS pada Selasa melaporkan bahwa Korut telah mengirimkan delegasi ke Russia untuk mengamankan teknologi misil.

Menurut Daily NK yang berbasis di Seoul pada Senin (17/2), delegasi tersebut tiba di Russia pada tanggal 4 Februari, dengan konsultasi teknis yang masih berlangsung hingga saat ini.

Delegasi Korut itu dilaporkan bertujuan untuk mengamankan kemampuan dalam meningkatkan jet tempur MiG-29 dan Su-25 serta mengembangkan kemampuan perakitan pesawat dan pengembangan radar.

Laporan tersebut mengatakan Russia juga berencana untuk menyediakan delegasi Korut dengan teknologi pemandu misil presisi dan teknologi utama untuk perakitan pesawat serta sistem radar pada Maret mendatang.

Sebelumnya pada bulan Februari tahun lalu, Korut meminta transfer teknologi dari Russia untuk meningkatkan kemampuan angkatan udaranya. Setelah transfer teknologi itu selesai, Korut dilaporkan berencana untuk menyelesaikan jalur perakitan pesawatnya pada akhir tahun ini. KBS/ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.