Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kalau Mau Investor Masuk, Tegakkan Dulu Aturan Hukum

6 Senin, 17 Feb 2025, 02:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Untuk keluar dari situasi tersebut, Nazar menekankan pentingnya kebijakan proteksi industri dan reformasi struktural. Australia saja sudah mau mengirim listruk tenaga Matahari ke Singapura, pasti nanti akan menyasar pasar Indonesia juga. “Kalau kita terlena, masak RI juga nanti mengimpor listrik Matahari dari Australia,” katanya.

Menurut Nazar, pertumbuhan ekonomi yang berkualitas adalah kunci untuk keluar dari kemiskinan. Namun, hal ini hanya bisa tercapai jika pemerintah mulai melakukan reformasi serius dalam sektor ekonomi, industri, dan kebijakan fiskal, termasuk berani melakukan moratorium utang dan fokus ke teknologi.

Elon Musk saja bahkan mengatakan bahwa negara sekelas Amerika Serikat (AS) sekalipun bisa bangkrut jika tidak efisien dalam pengelolaan anggarannya.

“Saat ini, utang jatuh tempo terus dibayar dengan utang baru. Satu-satunya cara untuk memberi ruang bernapas bagi perekonomian adalah dengan melakukan moratorium pembayaran bunga utang,” tegasnya.

Peradaban Baru

Terlepas dari semua masalah ekonomi tersebut, dunia terus bergerak memasuki era transisi peradaban berbasis teknologi cerdas. Jika Indonesia tidak segera mengejar ketertinggalan, maka hanya akan menjadi pengguna teknologi tanpa memiliki kapasitas untuk menciptakan sendiri.

“Kita harus segera membenahi akar masalah: utang berlebihan, ketergantungan impor, dan ekspor yang hanya berbasis komoditas. Kalau kita tidak segera berbenah, kita akan selamanya tertinggal,” kata Nazar.

Pemerintahan Prabowo-Gibran pun jelas Nazar sangat diharapkan karena memiliki kesempatan besar untuk membawa perubahan nyata di Indonesia. Dengan fokus pada pengembangan sektor STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), Indonesia dapat mengejar ketertinggalannya dari negara maju.

“Kita harus segera bergerak dari sekadar menjadi pengguna teknologi menjadi pencipta. Akar masalahnya adalah korupsi yang menggerogoti perekonomian kita. Jika ini tidak dibereskan, kita akan terus tertinggal. Tapi ini bukan hal yang mustahil, buktinya Tiongkok bisa mendekati negara maju dengan kebijakan yang tepat,” pungkasnya.

Indonesia berada pada titik kritis dalam kebijakan ekonominya. Jika ingin menarik investor dan memperbaiki kondisi perekonomian, pemerintah harus segera memperkuat kepastian hukum, mengurangi ketergantungan pada utang, melindungi industri dalam negeri, dan berinvestasi dalam teknologi.

“Hal utama yang harus dilakukan adalah memberi makan dulu pada rakyat, baru membangun industri yang kompetitif,” pungkasnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Presiden Paraguay Dimakzulk...
Megapolitan
Masuk Ancol Gratis hingga 1...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.