Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengamanan Wilayah Perbatasan Harus Diperkuat

📅 Selasa, 30 Jun 2026, 03:17 WIB | Oleh:
Pengamanan Wilayah Perbatasan Harus Diperkuat Doc: Antara
Ket. Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito saat memimpin upacara penerimaan Satgas Pamtas dari Batalyon Armed 13/Nanggala dan Batalyon Armed 19/Bogani di Aula Sudirman Makodam XII/Tanjungpura, Kubu Raya, Senin (29/6/2026).

Pontianak – Pemerintah perlu memperkuat pengamanan wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia di Kalimantan Barat melalui peningkatan pengawasan di jalur tidak resmi (jalur tikus), modernisasi peralatan, serta penguatan kemampuan personel guna mencegah penyelundupan barang ilegal, narkotika, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga ancaman berbasis teknologi seperti penyalahgunaan drone.

Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito meminta Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–Malaysia meningkatkan kewaspadaan di seluruh titik rawan perbatasan.

“Perketat pengawasan di jalur tikus, antisipasi pelintas batas ilegal, serta tingkatkan deteksi dini terhadap penyelundupan narkotika dan TPPO,” kata Novi saat memimpin upacara penerimaan Satgas Pamtas dari Batalyon Armed 13/Nanggala dan Batalyon Armed 19/Bogani di Aula Sudirman Makodam XII/Tanjungpura, Kubu Raya, Senin (29/6).

Kedua satuan tersebut resmi menggantikan satgas sebelumnya untuk melaksanakan pengamanan di sektor barat dan sektor timur perbatasan Indonesia–Malaysia di Kalimantan Barat.

Seperti dikutip dari Antara, Novi menjelaskan jalur tidak resmi di kawasan perbatasan masih menjadi titik rawan yang kerap dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas ilegal lintas negara. Karena itu, tugas Satgas Pamtas tidak hanya menjaga patok perbatasan, tetapi juga memastikan keamanan wilayah sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan.

Selain menjalankan tugas pengamanan, prajurit juga diminta aktif melaksanakan pembinaan teritorial dan memperkuat komunikasi sosial dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat kehadiran negara di wilayah perbatasan.

Pangdam mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, antara lain keterbatasan alat deteksi narkotika, kondisi kendaraan operasional yang mulai menua, serta minimnya infrastruktur dasar seperti jaringan komunikasi, listrik, dan air bersih di sejumlah pos perbatasan. Oleh karena itu, pemerintah dinilai perlu mempercepat pemenuhan sarana dan prasarana pendukung agar pengamanan wilayah perbatasan berjalan lebih optimal.

Meski demikian, ia meminta seluruh personel segera beradaptasi dengan wilayah penugasan, memahami karakteristik serta budaya masyarakat setempat, dan tetap berpegang pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta Delapan Wajib TNI.

“Tugas operasi pengamanan perbatasan merupakan kehormatan dan kepercayaan negara. Jaga nama baik satuan dan negara dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan personel dan materiil selama penugasan serta memastikan proses serah terima pos berjalan dengan baik agar operasi pengamanan berlangsung maksimal.

Pengawasan Udara

Sementara itu, Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad juga memperkuat pengawasan udara di wilayah perbatasan melalui pelatihan kemampuan anti-drone sebagai langkah mengantisipasi penyalahgunaan pesawat tanpa awak untuk aktivitas ilegal.

“Langkah ini dilakukan melalui pelatihan intensif kemampuan anti-drone guna mengantisipasi penyalahgunaan pesawat tanpa awak di wilayah perbatasan,” kata Komandan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad Letkol Arh. Andy Qomarudin di Entikong.

Menurut Andy, penguasaan teknologi deteksi dan penanggulangan drone menjadi kebutuhan penting seiring berkembangnya ancaman keamanan berbasis teknologi di kawasan perbatasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Korut Uji Senjata Hipersonik Canggih

33 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Korut Uji Senjata Hipersoni...
Megapolitan
Hyundai Buka HAC Generasi 4...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.