Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIDA NTB Sulap Air Lindi TPA jadi Biogas dan Pupuk Cair Organik dengan Teknologi Biodigester

📅 Kamis, 07 Mei 2026, 20:39 WIB | Oleh:
BRIDA NTB Sulap Air Lindi TPA jadi Biogas dan Pupuk Cair Organik dengan Teknologi Biodigester Doc: ANTARA/Dhimas B.P.
Ket. Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi (kiri) didampingi staf menunjukkan prototype teknologi biodigester yang mampu menghasilkan biogas dan pupuk cair dengan cara mereduksi limbah organik di Lombok Barat, NTB, Kamis (7/5).

MATARAM, NUSA TENGGARA BARAT - Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat mengembangkan teknologi biodigester yang mampu menghasilkan biogas dan pupuk cair dengan cara mereduksi limbah organik.

"Jadi, melalui teknologi pengembangan energi baru terbarukan ini kita buat alat sederhana yang nantinya limbah organik hasil rumah tangga tinggal dimasukkan dan diolah menjadi biogas dan pupuk," kata Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi di Lombok Barat, Kamis (7/5).

Dalam tahap riset yang dimulai sejak tahun 2025 tersebut, ia mengatakan bahwa BRIDA NTB telah membuat prototype dan melakukan uji coba di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat.

"Kita lakukan di sana (TPA Kebon Kongok), karena kita tahu memang kapasitas penampungannya sudah berlebihan, dan alat bisa bisa jadi solusi pengurangan volume sampah di sana," ucap dia.

Dari hasil riset dengan dukungan sejumlah perguruan tinggi dan pihak swasta maupun dukungan dari BRIN, BRIDA NTB dalam uji coba menggunakan teknologi bidigester di TPA Kebon Kongok, prototype yang dibuat dalam bentuk portabel itu telah menghasilkan biogas dan pupuk cair organik.

"Jadi, air sampah yang ada di TPA Kebon Kongok ini kita coba olah. Waktu itu kita olah 50 liter kubik per hari dan sudah bisa memproduksi biogas dan pupuk cair," ucap dia.

Dengan hasil uji coba tersebut, BRIDA NTB pada tahun ini optimistis untuk serius mengembangkan riset tersebut.

"Rencananya tahun ini akan kita coba alirkan biogas ke penduduk sekitaran dulu (TPA Kebon Kongok). Kita targetkan untuk penyaluran kepada 25 KK (kepala keluarga) dulu dan sejumlah fasilitas umum di sana, termasuk ada juga ke pesantren," ujarnya.

Untuk produksi pupuk, pihaknya akan melakukan uji coba di atas lahan pertanian yang ada di halaman belakang gedung BRIDA dengan menggandeng sejumlah kelompok pertanian untuk sekaligus memberikan edukasi dalam penggunaan yang tepat.

Lebih jauh lagi, Aryadi mengatakan, jika uji coba dari implementasi biogas dan pupuk cair organik ini berjalan lancar, teknologi ini akan berlanjut ke tahap produksi massal.

"Nantinya, kita keroyokan caranya, tentunya harus mendapat dukungan pemangku kepentingan untuk bangun di desa-desa, mengolah limbah rumah tangga organik secara mandiri," kata Aryadi.

Ia pun mengatakan bahwa riset ini sekaligus menjadi sarana untuk mendukung program direktif Gubernur NTB, yakni Desa Berdaya yang memprioritaskan persoalan desa tentang pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pariwisata.

Ia turut menyampaikan sikap optimistis dari riset ini dari segi anggaran yang mendukung efisiensi. Menurut dia, produksi untuk satu unit alat nantinya tidak membutuhkan banyak anggaran.

"Sebenarnya alat ini sederhana dan tidak mahal, alat-alatnya mudah didapat dan dibuat tanpa melalui proses pabrikasi. Tentu, nanti ada edukasi dalam sosialisasi kami di tahun ini," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.