Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Sebut Warga Palestina Tak Punya Hak untuk Kembali ke Gaza

📅 Rabu, 12 Feb 2025, 01:30 WIB | Oleh:
Trump Sebut Warga Palestina Tak Punya Hak untuk Kembali ke Gaza Doc: AFP/ANDREW CAALLERO-REYNOLDS
Ket. Presiden AS, Donald Trump menandatangani perintah eksekutif di Ruang Oval Gedung Putih, Senin (10/2), di Washington, DC.

New York - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait konflik Israel-Palestina. Dalam sebuah wawancara, Trump menyatakan bahwa warga Palestina tidak memiliki hak untuk kembali ke Gaza, wilayah yang telah lama menjadi pusat ketegangan antara Israel dan kelompok Hamas.

Trump mengatakan warga Palestina yang meninggalkan Gaza??????? di bawah rencananya untuk menguasai ?wilayah yang terkepung itu tidak akan memiliki hak untuk kembali ke daerah kantong tersebut.

"Tidak, mereka tidak akan memilikinya," kata Trump pada Senin (10/2).

Ia mengklaim bahwa warga Palestina akan mendapatkan perumahan yang jauh lebih baik. Trump juga mengklaim bahwa ia berencana membangun tempat permanen bagi warga Palestina, karena menurutnya Gaza saat ini tidak layak huni dan butuh bertahun-tahun sebelum bisa dihuni kembali.

Trump menggambarkan rencananya untuk Gaza sebagai pengembangan real estat untuk masa depan, dengan mengatakan ia bermaksud untuk membangun komunitas yang indah bagi 1,9 juta warga Palestina, di mana ia sendiri akan menjadi pemilik properti tersebut.

"Bisa ada lima, enam lokasi, bisa juga dua lokasi. Tapi kita akan membangun komunitas yang aman, agak jauh dari tempat mereka berada, tempat semua bahaya berada," ujar Trump.

Presiden AS itu pertama kali mengungkapkan rencana kepemilikan Gaza dalam konferensi pers bersama Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu di Washington pekan lalu.

Warga Palestina dengan tegas menolak rencana tersebut dengan menyatakan mereka tidak akan pernah meninggalkan tanah mereka.

Negara-negara di seluruh dunia, termasuk di Asia Barat, juga menolak rencana tersebut, dengan beberapa di antaranya menyebutnya sebagai bentuk pembersihan etnis terhadap rakyat Palestina.

Pembatalan Gencatan Senjata

Trump juga mengusulkan pembatalan gencatan senjata di Gaza antara Israel dan Hamas jika semua sandera di wilayah tersebut tidak dibebaskan sebelum Sabtu atau 15 Februari mendatang.

“Menurut pendapat saya, jika semua sandera tidak dikembalikan sebelum Sabtu pukul 12 siang, saya akan mengatakan, batalkan saja dan biarkan kekecauan terjadi. Saya akan mengatakan bahwa mereka seharusnya dikembalikan sebelum Sabtu pukul 12 siang,” kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval.

"Dan jika mereka tidak dikembalikan semuanya, bukan sedikit demi sedikit, bukan dua, dan satu, dan tiga, dan empat, dan dua, sebelum Sabtu pukul 12 siang. Setelah itu, saya akan mengatakan, kekacauan besar akan terjadi," tambahnya.

Trump kemudian berkata: "Sabtu pukul 12 siang, dan setelah itu, situasinya akan menjadi sangat berbeda.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Kabel Optik Hambat Saluran ...
Ekonomi
Kemenhub Dorong Pajak 0% Su...
Luar Negeri
AS Pertimbangkan Alihkan As...
Megapolitan
Bau Belerang 24 Jam, Warga ...
Nasional
Presiden Prabowo Tinjau Pel...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Presiden Prabowo Tinjau Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Bali

Presiden Prabowo Tinjau Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Bali

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.