Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sentimen Global Masih Dominan, Pasar Bakal Dipengaruhi Faktor Ini 

📅 Jumat, 31 Jan 2025, 19:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sentimen Global Masih Dominan, Pasar Bakal Dipengaruhi Faktor Ini  Doc: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Ket. Layar menunjukkan pergerakan harga saham saat pembukaan perdagangan saham awal tahun 2025 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1/2025).

JAKARTA - Pasar saham Indonesia diperkirakan masih dipengaruhi oleh sentimen dari nilai tukar rupiah (kurs) terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dan nilai imbal hasil obligasi AS. Kedua sentimen itu akan berdampak terhadap foreign capital flows (aliran modal asing) di dalam negeri ke depan.

"Pergerakan ke depan masih dipengaruhi oleh pergerakan rupiah, dan imbal hasil US Treasury, yang juga berdampak kepada foreign capital flows," ujar Ekonom Senior Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Wisnubroto di Jakarta, Jumat (31/1).

Selain itu, dia mengatakan pelaku pasar masih akan bersikap wait and see terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump, terutama terkait dengan rencana/ancaman penerapan tarif kepada beberapa negara mitra dagang utama AS.

"Dalam beberapa waktu ke depan, pasar akan sangat dipengaruhi oleh global," ujar Rully.

Seiring dengan itu, ia merekomendasikan pelaku pasar untuk lebih selektif dalam melakukan aktivitas investasi mereka.

"Saat ini, menurut saya lebih baik selektif, melihat kecenderungan aktivitas investor asing," ujar Rully.

Dari dalam negeri, ia mengatakan bahwa Bank Indonesia (BI) sepertinya masih sangat berhati-hati dalam menentukan kebijakan moneternya ke depan.

Pada Rabu (29/1/2025) waktu AS, bank sentral AS The Fed dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan untuk menahan tingkat suku bunga acuannya berada di level 4,25 sampai 4,50 persen.

Dalam pidatonya, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa The Fed tidak akan terburu- buru dalam memangkas suku bunga acuan dalam pertemuan berikutnya.

Penghentian sementara pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed itu dilakukan pada saat Presiden AS Donald Trump mendesak Ketua The Fed Jerome Powell untuk terus memangkas suku bunga acuan demi memacu pertumbuhan ekonomi AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

57 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.