Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Iming-iming yang Sangat Menarik, Trump Tawarkan Pajak Lebih Rendah ke Investor yang Masuk ke AS

📅 Sabtu, 25 Jan 2025, 01:35 WIB | Oleh:
Iming-iming yang Sangat Menarik, Trump Tawarkan Pajak Lebih Rendah ke Investor yang Masuk ke AS Doc: ROBERTO SCHMIDT/AFP
Ket. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

WASHINGTON - Persaingan untuk penanaman modal asing atau foreign direct investment (FDI) di seluruh dunia semakin ketat. Setelah mengambil alih kendali negara yang telah menjadi penerima FDI terbesar di dunia, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Kamis (23/1), mengatakan, ia bermaksud membawa pulang lebih banyak uang.

Dikutip dari The Straits Times, berbicara kepada para pembuat kebijakan dan pemimpin bisnis terkemuka dunia melalui panggilan video dari Gedung Putih, Trump menawarkan pajak yang lebih rendah jika mereka membawa manufaktur ke AS, dan mengancam akan mengenakan tarif jika mereka tidak melakukannya.

“Pesan saya kepada setiap bisnis di dunia sangat sederhana. Ayo buat produk Anda di Amerika, dan kami akan memberi Anda pajak terendah dibandingkan negara mana pun di dunia,” katanya dalam pidatonya di pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

“Tetapi jika Anda tidak memproduksi produk Anda di Amerika, yang merupakan hak prerogatif Anda maka secara sederhana, Anda harus membayar tarif – jumlahnya berbeda-beda, tetapi tarifnya – yang akan mengalirkan ratusan miliar dollar AS dan bahkan triliunan dollar AS ke dalam Departemen Keuangan kita untuk memperkuat ekonomi kita dan melunasi utang.”

Pada tahun 2023, FDI kumulatif di AS mencapai 5,39 triliun dollar AS, menurut Biro Analisis Ekonomi AS dalam laporan terbarunya pada bulan Juli 2024. Utang nasional AS mencapai sekitar 36 triliun dollar AS. 

Banyak Berinvestasi

Sekitar 227 miliar dollar AS mengalir ke negara tersebut pada tahun 2023 melalui berbagai akuisisi, ekspansi, dan proyek greenfield. Negara-negara yang paling banyak berinvestasi adalah Jepang, Kanada, dan Jerman. Singapura termasuk dalam 10 investor teratas.

Sebagian besar investasi dialokasikan untuk manufaktur (41 persen), dengan jumlah yang cukup besar pada keuangan dan asuransi (11 persen).

Kebijakan tarif Trump belum dijabarkan, tetapi usulan awalnya mencakup pengenaan tarif sebesar 25 persen terhadap Kanada dan Meksiko mulai tanggal 1 Februari. Ia juga telah mengusulkan pengenaan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap impor dari Tiongkok. 

Selama kampanye pemilihannya, Trump mengancam akan memukul Tiongkok dengan tarif sebesar 60 persen dan tarif menyeluruh hingga 20 persen pada semua barang yang masuk ke AS.

Pada tahun fiskal 2022, AS mengumpulkan 104,6 miliar dollar AS dalam bentuk tarif, yang hanya mencakup 2 persen dari pendapatan federal sebesar 4,9 triliun dollar AS. Namun, jumlah tersebut meningkat drastis setelah Trump mengenakan tarif terhadap Tiongkok pada tahun 2018. Pendapatan tarif mencapai 34,8 miliar dollar AS pada tahun 2017.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Eropa Siap Dorong Perdamaian Ukraina

39 menit yang lalu | Rizky

Luar Negeri
Eropa Siap Dorong Perdamaia...

Asia Kuasai Produksi Perikanan Global

44 menit yang lalu | Rizky

Nasional
Asia Kuasai Produksi Perika...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
Kabar Baik untuk UMKM, Sertifikat Halal Self-Declare Dijamin Terbit dalam 1x24 Jam

Kabar Baik untuk UMKM, Sertifikat Halal Self-Declare Dijamin Terbit dalam 1x24 Jam

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.