Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aspal Buton Bisa Hemat Devisa Rp4 Triliun, Menteri PU Ungkap Syaratnya

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 16:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Aspal Buton Bisa Hemat Devisa Rp4 Triliun, Menteri PU Ungkap Syaratnya Doc: Antara
Ket. ilustrasi - Pengaspalan Jalur Pantura, sejumlah pekerja menggunakan kendaraan berat melakukan pelapisan aspal di jalur pantura Kertasmaya, Indramayu, Jawa Barat.

Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan pemanfaatan aspal Buton atau asbuton berpotensi menghemat devisa negara hingga sekitar Rp4 triliun per tahun sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap aspal impor.

"Jadi kita mengharapkan dengan memanfaatkan aspal Buton ini dapat mengurangi impor aspal, memperkuat industri dalam negeri, pemerataan dan pertumbuhan ekonomi serta yang paling penting adalah menghemat devisa negara yang diharapkan mencapai kurang lebih Rp4 triliun per tahun," ujar Dody di Jakarta, Rabu (12/8).

Untuk memperkuat kebijakan tersebut, Kementerian PU telah menerbitkan Peraturan Menteri PU Nomor 10 Tahun 2026 yang diperkuat dengan Keputusan Menteri PU Nomor 6950 Tahun 2026 tentang penggunaan aspal Buton olahan.

Dody mengatakan kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong pemanfaatan asbuton secara optimal sekaligus memberikan dampak terhadap efisiensi pembangunan infrastruktur dan penguatan industri nasional.

"Hal ini juga kami yakini nantinya akan berkontribusi dalam menurunkan angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) itu sendiri," katanya.

Ia berharap badan usaha jalan tol dapat mendukung penerapan kebijakan penggunaan asbuton dengan tetap memperhatikan kelayakan teknis dan akademis.

"Untuk itu, saya berharap badan usaha jalan tol akan mendukung dan berpartisipasi dalam kebijakan penggunaan aspal Buton ini dan tetap menjaga kelayakan teknis dan akademis. Dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak," ujar Dody.

Namun, Dody menegaskan penerapan asbuton tidak boleh menambah beban biaya bagi badan usaha jalan tol yang pada akhirnya berpotensi meningkatkan tarif tol.

Ia meminta harga asbuton setidaknya dapat menyamai harga aspal reguler yang digunakan saat ini atau bahkan lebih rendah.

"Tapi saya juga tidak mau bahwa nanti aspal Buton ini akan membebani biaya atau cost. Jadi target dari harga aspal Buton itu sendiri minimal sama dengan harga aspal reguler saat ini atau kalau bisa kurang," katanya.

Dody bahkan meminta badan usaha jalan tol dan Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) menolak apabila harga asbuton lebih tinggi daripada aspal reguler.

"Jadi kalau harganya lebih tinggi saya berharap teman-teman badan usaha jalan tol, Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) wajib menolak. Wajib menolak! Karena nanti akan berdampak kepada tarif itu sendiri dan saya tidak mau menaikkan tarif hanya gara-gara cost naik begitu," tegasnya.

Asbuton A30 Mulai Diterapkan

Kementerian PU mulai menerapkan penggunaan campuran aspal Buton sebesar 30 persen atau A30 pada sejumlah ruas jalan tol strategis.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemandirian material konstruksi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap aspal impor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Ekonomi
Data Garam Diperketat, KKP ...
Megapolitan
Dua Pencuri Raket Padel di ...
Megapolitan
KAI Tebar Diskon Tiket 17 P...
Mengenal Arti Rebo Wekasan, Tradisi Tolak Bala Hari Rabu Terakhir Bulan Safar

Mengenal Arti Rebo Wekasan, Tradisi Tolak Bala Hari Rabu Terakhir Bulan Safar

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.