Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Prihatin Amerika Serikat Mundur dari Perjanjian Paris

📅 Rabu, 22 Jan 2025, 00:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Prihatin Amerika Serikat Mundur dari Perjanjian Paris Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Ket. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing pada Selasa.

Beijing - Pemerintah Tiongkok menyatakan keprihatinan atas keputusan Amerika Serikat mundur dari Perjanjian Iklim Paris 2016.

"Tiongkok prihatin atas pengumuman penarikan diri Amerika Serikat dari Perjanjian Paris," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing pada Selasa.

Presiden AS Donald Trump pada hari pertama setelah dilantik sebagai presiden menandatangani perintah eksekutif untuk AS secara resmi menarik diri dari perjanjian tersebut.

Perjanjian Paris tentang perubahan iklim diadopsi pada tahun 2015 oleh 195 anggota Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim.

"Perubahan iklim merupakan tantangan yang dihadapi seluruh umat manusia, dan tidak ada negara yang dapat tetap terisolasi," tambah Guo Jiakun.

Guo Jiakun kemudian menegaskan tekad dan tindakan aktif Tiongkok untuk secara aktif menanggapi perubahan iklim tidak akan berubah.

"Tiongkok akan bekerja sama dengan semua pihak untuk secara aktif mengatasi tantangan iklim dan mempromosikan transisi global yang hijau dan rendah karbon untuk masa depan bersama umat manusia," ungkap Guo Jiakun.

Tujuan Perjanjian Paris adalah untuk membatasi peningkatan suhu rata-rata global hingga jauh di bawah 2 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri, dan sebaiknya mendekati 1,5 derajat Celcius.

Pada 2020, Trump sebelumnya telah menarik AS dari perjanjian tersebut, tetapi pada 20 Januari 2021, Presiden AS saat itu, Joe Biden, membatalkan perintah Trump dan Amerika Serikat kembali bergabung dengan Perjanjian Paris.

Di periode keduanya, Trump berjanji untuk menambah penambangan minyak mentah, termasuk dengan cara "fracking" atau teknik stimulasi hidrolik yang berdampak besar terhadap lingkungan.

Trump juga mengirimkan surat ke PBB yang mengindikasikan niatnya untuk menarik diri dari perjanjian 2015, yang memungkinkan negara-negara menetapkan target untuk mengurangi emisi gas rumah kaca mereka.

Perintah Trump menyatakan bahwa Perjanjian Paris adalah salah satu dari beberapa perjanjian internasional yang tidak mencerminkan nilai-nilai AS dan "mengalihkan dolar pembayar pajak Amerika ke negara-negara yang tidak membutuhkan atau berhak atas bantuan keuangan demi kepentingan rakyat Amerika."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.