Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inflasi Tahunan Jakarta pada September 2025 Lebih Terkendali

📅 Rabu, 01 Okt 2025, 17:26 WIB | Oleh:
Inflasi Tahunan Jakarta pada September 2025 Lebih Terkendali Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.
Ket. Ilustrasi - Daftar harga daging ayam di BUMD DKI Jakarta, Rabu (1/10). Daging ayam ras menjadi salah satu penyumbang inflasi tahunan Jakarta pada September 2025.

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta melaporkan inflasi Jakarta secara tahunan pada September 2025 dibandingkan periode yang sama pada 2024 sebesar 2,40 persen, atau lebih terkendali dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 2,65 persen.

"Inflasi tahunan berada pada level 2,40 persen, masih relatif lebih terkendali karena target 2,5 plus minus 1, tentunya ini berada pada posisi yang baik. Jakarta juga berada masih lebih terkendali dibandingkan (inflasi) nasional di 2,65 persen," kata Kepala BPS DKI Jakarta Nurul Hasanudin di Jakarta, Rabu (1/10).

Dia merinci dari 11 kelompok pengeluaran, yang memberikan andil inflasi tertinggi, yakni makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,85 persen, diikuti perumahan, air, listrik, dan bahan bakar sebesar 0,71 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,59 persen.

Selain itu, terdapat dua kelompok yang mengalami deflasi, yaitu transportasi dan informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

"Untuk transportasi dengan andil 0,17 persen, dan 0,02 persen untuk kelompok informasi, komunikasi serta jasa keuangan," ujar Hasanudin.

Sementara itu, komoditas penyumbang utama inflasi tahunan, yakni tarif air minum PAM (0,63 persen), emas perhiasan (0,46 persen), daging ayam ras (0,20 persen), beras (0,10 persen), dan bawang merah (0,10 persen).

Di sisi lain, komoditas utama penyumbang deflasi, antara lain tarif angkutan udara (0,12 persen), bensin (0,08 persen), tarif kereta api (0,02 persen), telepon seluler (0,02 persen), dan sabun cair atau cuci piring (0,02 persen).

Secara bulanan, inflasi yang dialami Jakarta pada September 2025 sebesar 0,13 persen dibandingkan Agustus 2025. Penyumbang utama inflasi itu, yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,06 persen.

Komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok makanan tersebut adalah daging ayam ras, cabai merah, dan beras.

Inflasi Bulanan

Sebelumnya diberitakan, Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat Kota Jakarta mengalami inflasi bulanan sebesar 0,13 persen pada September 2025 dibandingkan Agustus 2025, yang salah satunya dipicu komoditas kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

"Dari 11 kelompok pengeluaran, inflasi banyak disebabkan oleh komoditas-komoditas kelompok yang pertama, yaitu makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil 0,06 persen," kata Kepala BPS DKI Jakarta Nurul Hasanudin di Jakarta, Rabu.

Dia menyampaikan kelompok makanan, minuman dan tembakau setiap bulan September mengalami inflasi dalam empat tahun terakhir.

"Makanan minuman sangat berkaitan dengan pola musiman. Itu yang juga memberikan pengaruh terhadap demand dan supply (permintaan dan penawaran) komoditas-komoditas yang membentuk kelompok makanan dan minuman," ujar Hasanudin.

Beberapa komoditas yang menjadi pendorong utama inflasi pada kelompok tersebut, yakni daging ayam ras dengan tingkat inflasi 10,62 persen, cabai merah 8,24 persen, beras 0,05 persen, dan minyak goreng 0,01 persen.

Selain kelompok makanan dan minuman, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga menyumbang inflasi pada September 2025 sebesar 0,05 persen, serta transportasi sebesar 0,01 persen.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan inflasi Jakarta pada pada September 2025 sebesar 0,13 persen masih terkendali dibandingkan inflasi secara nasional yang mencapai 0,21 persen.

"Di Jakarta lebih terkendali, terkait dengan dinamika perkembangan harga pada bulan September lalu," ungkap Hasanudin. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Ekonomi
Jangan Asal Ngecas! Ini Tat...
Daerah
3.000 Agen Perlinsos Siap B...

Gempa Bumi M6.1 Guncang Sumba Barat Daya, NTT

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.