Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TikTok Bakal Dilarang, Kedubes Tiongkok Kritik AS Gunakan Kekuatan Negara untuk Menekan

📅 Sabtu, 11 Jan 2025, 11:00 WIB | Oleh:
TikTok Bakal Dilarang, Kedubes Tiongkok Kritik AS Gunakan Kekuatan Negara untuk Menekan Doc: AP
Ket. Callie Goodwin, warga Columbia, SC, memegang tanda dukungan untuk TikTok di luar Gedung Mahkamah Agung, Jumat, 10 Januari 2025, di Washington.

WASHINGTON - Kedutaan Besar Tiongkok di Washington mengeluarkan pernyataan pada hari Jumat (10/1) yang mengkritik pemerintah AS karena menggunakan kekuatan negara untuk menekan TikTok.

Kedubes mengatakan Beijing akan "mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk dengan tegas melindungi hak dan kepentingannya yang sah."

“AS tidak pernah menemukan bukti bahwa TikTok mengancam keamanan nasional AS, tetapi telah menggunakan kekuasaan negara dan menyalahgunakan alasan keamanan nasional untuk menekannya secara tidak masuk akal, yang sama sekali tidak adil,” kata Liu Pengyu, juru bicara kedutaan.

“AS harus benar-benar menghormati prinsip ekonomi pasar dan persaingan yang adil, berhenti menekan perusahaan dari negara lain secara tidak masuk akal, dan menyediakan lingkungan yang terbuka, adil, jujur, dan tidak diskriminatif bagi perusahaan dari semua negara untuk berinvestasi dan beroperasi di AS.”

Kreator Konten Keberatan

Paul Tran, salah satu pelaku UMKM  dan pendiri perusahaan perawatan kulit Love and Pebble, mengatakan, ia dan istrinya membangun perusahaan di aplikasi tersebut dan berharap ada solusi yang dapat melindungi keamanan nasional dan menjaga akses ke aplikasi tersebut.

"Amandemen Pertama bukanlah peninggalan masa lalu. Itu adalah janji nyata yang harus dipertahankan di era digital kita," katanya.

Penulis buku masak Memphis Chloe Joy Sexton dan artis hip-hop Mississippi Christopher Townsend juga mengatakan TikTok telah mengubah hidup mereka dan melarang TikTok akan melanggar hak-hak mereka dan menghancurkan sumber pendapatan mereka.

Sexton mengatakan dia bergabung dengan TikTok ketika ia dipecat dari pekerjaan karena hamil dan TikTok memungkinkan dia untuk memulai bisnisnya, Chloe's Giant Cookies.

Saya kini telah mengirim ribuan kue ke seluruh dunia dan bahkan menerbitkan buku resep sebagai usaha kecil tanpa modal besar,” katanya. “Saya hampir sepenuhnya mengandalkan TikTok untuk memasarkan produk saya.”

Dia mengatakan tidak ada platform lain yang dapat menggantikan TikTok.

“Saya sudah mencoba mengunggah konten yang sama persis di aplikasi media sosial lain tetapi tidak mendapatkan akses yang sama, dan hasilnya tetap sama.”

Christopher Townsend mengatakan ia memulai akun TikTok-nya untuk membagikan pandangan politiknya dan materi dari Alkitab. Tanpa aplikasi tersebut, ia akan kehilangan platform yang memungkinkan dirinya untuk membagikan pandangannya dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh platform lain.

Mahkamah Agung AS biasanya memerlukan waktu berbulan-bulan untuk mengeluarkan keputusan, namun kasus ini diperkirakan akan jauh lebih cepat. Dengan undang-undang yang dijadwalkan berlaku dalam waktu kurang dari dua minggu, para hakim dapat mengambil tindakan dalam beberapa hari mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.