Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

64 Tahun Setia pada Tradisi, Pabrik Kue Ny. Lauw Berbagi Pengalaman Membuat Dodol

📅 Senin, 03 Agu 2026, 12:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
64 Tahun Setia pada Tradisi, Pabrik Kue Ny. Lauw Berbagi Pengalaman Membuat Dodol Doc: IST
Ket. Sejumlah komunitas pelaku usaha berkunjung ke Pabrik Kue Ny Lauw di Tangerang, Minggu.

TANGERANG - Pengunjung dari berbagai daerah, termasuk Bekasi dan Kelapa Gading, berkunjung ke pabrik kue Ny. Lauw - Lauw Kim Wie di Tangerang, Minggu (2/8). Kunjungan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap warisan kuliner Nusantara yang telah bertahan selama 64 tahun.

Pabrik yang didirikan sejak 1962 ini masih mempertahankan cara produksi tradisional, termasuk proses pembuatan dodol yang diaduk dalam wajan berbobot puluhan kilogram dengan tenaga manual. Pengunjung pun diajak untuk mencoba proses pembuatan dodol.

Iin, pemilik usaha sekaligus generasi penerus, bersama menantunya aktif menyapa dan melayani pelanggan yang datang. Ia mengatakan kunci bertahan enam dekade adalah konsistensi rasa dan kedekatan dengan konsumen.

"Kami tidak pernah mengubah resep dasar. Yang berubah hanya cara kami menjangkau pelanggan. Teknologi kami gunakan untuk pemasaran, tapi untuk rasa, kami tetap setia pada cara lama," ujar Iin.

Salah satu peserta kunjungan, Pendy Anwar, pemilik usaha Pempek Bunga Mas, mengajak peserta lainnya untuk melestarikan budaya tradisional dan tidak selalu bergantung pada teknologi.

"Mari kita melestarikan budaya dan tidak harus selalu dengan robot atau teknologi canggih. Kadang rasa autentik itu lahir dari peralatan sederhana yang dipegang langsung oleh tangan-tangan yang tekun."

Selain dodol, pabrik ini juga memproduksi kue keranjang untuk perayaan Imlek dan Kue Bulan untuk Festival Musim Gugur. Bukan sekadar makanan, setiap produknya mengandung nilai dedikasi, ketekunan, dan komitmen menjaga kualitas di tengah arus modernisasi.

Kunjungan ini diadakan oleh kolaborasi antar-komunitas, seperti @Billionairemindset.id, TanyaMentor, Matrix Asia, Indostarter, IPSA, Perwanti, Global Alumnus, ICOMMUNITY, PIC, SECI, GFGL, Komaku, Upakara, Kombis, dan Ika BINUS.

Acara ini diharapkan menginspirasi generasi muda bahwa warisan budaya bisa tetap hidup melalui semangat kewirausahaan dan inovasi yang bijaksana tanpa kehilangan akar tradisi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Olahraga
Mbappe Cedera Lutut, Tingga...
Rona
Lucasfilm Memilih Sutradara...
Luar Negeri
Peringatan dari Para Tokoh ...

Swasembada Susu Masih Terbentur Impor

49 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Swasembada Susu Masih Terbe...
Ekonomi
KIH Perkuat Daya Saing Prod...

Pemkot Surabaya Siapkan Perwali untuk Lindungi Hak Mbak-mbak PRT

49 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Pemkot Surabaya Siapkan Per...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.