WHO: Infeksi HMPV Meningkat di Tiongkok
📅 Kamis, 09 Jan 2025, 02:20 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP
JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pihaknya telah mengkonfirmasi bahwa infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan human metapneumovirus (HMPV) tengah menyebar di Tiongkok. Namun, juru bicara WHO mengatakan tidak ada alasan untuk khawatir.
Virus ini menyebabkan gejala seperti demam dan batuk. Kondisi ini dapat menjadi parah pada orang yang rentan, seperti bayi dan lansia.
Media Tiongkok melaporkan adanya peningkatan kasus HMPV di negara tersebut sejak akhir tahun lalu. Infeksi virus ini juga telah dikonfirmasi di India dan Indonesia.
WHO merujuk pada infeksi di Tiongkok dalam sebuah laporan yang dirilis pada Selasa (7/1) tentang infeksi pernapasan di belahan Bumi utara. Dikatakan bahwa data yang diterbitkan oleh negara tersebut menunjukkan bahwa jumlah infeksi pernapasan akut telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Disebutkan juga bahwa HMPV termasuk di antara virus yang makin banyak terdeteksi, khususnya di provinsi-provinsi utara Tiongkok.
Laporan itu juga mengatakan peningkatan deteksi patogen pernapasan berada dalam kisaran yang diperkirakan pada saat musim dingin di belahan Bumi utara. Ditambahkan pula bahwa pihaknya akan terus memantau situasi tersebut bekerja sama dengan pihak berwenang Tiongkok.
Sebaiknya Anda baca juga:
Juru bicara WHO, Margaret Harris, mengatakan kepada wartawan di Jenewa, Swiss, pada Selasa bahwa HMPV bukanlah virus baru. Ia mengatakan “Virus tersebut biasanya menimbulkan gejala yang mirip dengan flu biasa dan tingkat kematian akibat virus tersebut sangat, sangat rendah,” ucap dia. SB/NHK/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!