Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Penyelewengan, Data Tunggal Sosial Ekonomi Pedoman Penyaluran Bansos Tepat Sasaran

📅 Selasa, 31 Des 2024, 18:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Penyelewengan, Data Tunggal Sosial Ekonomi Pedoman Penyaluran Bansos Tepat Sasaran Doc: ANTARA/Anita Permata Dewi
Ket. Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (31/12/2024).

Jakarta - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengatakan bahwa data tunggal sosial ekonomi nantinya menjadi pedoman dalam penyaluran bantuan sosial, sehingga tepat sasaran.

"Sekarang ini (penyusunan data tunggal sosial ekonomi) sedang tahap finalisasi. Mulai tahun depan digunakan," kata Saifullah Yusuf dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Pihaknya menyampaikan Kementerian Sosial terus berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait penyusunan data tunggal sosial ekonomi.

"Pekan lalu Kepala BPS beserta jajaran sudah melakukan komunikasi ke sini menyampaikan laporannya tentang hal-hal yang mungkin bisa ditindaklanjuti oleh Kementerian Sosial setelah data itu selesai," kata Saifullah Yusuf.

Ada empat tahapan dalam memproses data tunggal. Tahapannya terdiri atas penunggalan individu, penunggalan keluarga, dan cek ulang dengan data lain, seperti data PLN hingga BPJS Kesehatan.

"Perkiraan untuk akhir tahun ini datanya sudah selesai, artinya secara keseluruhan sudah bisa dikatakan dikonsolidasikan, direkonsiliasi, tetapi untuk perangkingan itu insya Allah pada bulan Januari tahun depan (2025)," kata Saifullah Yusuf.

Ia menambahkan nantinya dalam penerapan data tunggal untuk menyalurkan program sosial menunggu penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) sebagai landasan hukum.

"Sekarang memasuki tahap akhir dan setelah itu tentu akan ditetapkan melalui Inpres. Nah, kemudian akan menjadi pedoman kita bersama," kata Saifullah Yusuf.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.