Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perdana Menteri Tiongkok Memperingatkan Para Pemimpin Keuangan Dunia tentang Risiko Deglobalisasi

📅 Senin, 09 Des 2024, 17:40 WIB | Oleh:
Perdana Menteri Tiongkok Memperingatkan Para Pemimpin Keuangan Dunia tentang Risiko Deglobalisasi Doc: Istimewa
Ket. Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang berbicara saat memimpin Dialog "1+10" tentang Membangun Konsensus Pembangunan untuk Mempromosikan Kemakmuran Bersama Global, di Beijing, Senin (9/12).

BEIJING - Pemimpin nomor dua Tiongkok, Perdana Menteri Li Qiang, pada hari Senin (9/12), memperingatkan "deglobalisasi" akan memberikan tekanan lebih lanjut pada ekonomi dunia, saat ia menyambut para kepala lembaga keuangan multilateral di Beijing.

Dikutip dari Channel News Asia, Perdana Menteri Li Qiang menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidato pembukaannya di pertemuan puncak yang dihadiri oleh para pemimpin organisasi terkemuka termasuk Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund, Organisasi Perdagangan Dunia, dan Bank Dunia.

"Dalam konteks pertumbuhan ekonomi dunia yang lemah saat ini, ketidakpastian ... semakin meningkat, menyebabkan gangguan besar terhadap operasi ekonomi dunia," kata Li kepada para hadirin di Wisma Negara Diaoyutai di ibu kota Tiongkok.

Ia menambahkan "jumlah tindakan perdagangan dan investasi diskriminatif baru secara global telah meningkat setiap tahunnya" sejak tahun 2020. “Dapat dikatakan tren deglobalisasi semakin memburuk,” kata Li.

Tiongkok sedang berjuang melawan berbagai tantangan, termasuk krisis utang berkepanjangan di sektor properti dan tingginya pengangguran di kalangan pemuda, sementara data resmi yang dirilis sebelum pernyataan Li menunjukkan laju inflasi nasional melambat menjadi 0,2 persen pada bulan November yang menjadi tanda lebih lanjut melemahnya permintaan.

Para pemimpin negara itu tengah mencari cara untuk menopang perdagangan luar negeri sebelum pelantikan Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengancam akan mengenakan tarif impor yang memberatkan pada Beijing.

Li mengkritik "beberapa negara" karena "memberlakukan tarif tinggi di setiap kesempatan (dan) membangun hambatan protektif dengan semakin banyak pembatasan pada perdagangan", tetapi tidak menyebut nama Amerika Serikat atau Trump saat wartawan hadir.

Trump memulai perang dagang yang melelahkan dengan Tiongkok pada masa jabatan pertamanya, menuduh Beijing melakukan pencurian kekayaan intelektual dan praktik perdagangan "tidak adil" lainnya.

Ia berjanji akan mengenakan pajak yang lebih tinggi terhadap impor dari ekonomi terbesar kedua di dunia setelah menjabat bulan depan.

Bulan lalu, Tiongkok meluncurkan sejumlah langkah yang ditujukan untuk mendongkrak perdagangan, termasuk perluasan asuransi kredit ekspor, dukungan pembiayaan yang kuat bagi perusahaan asing, dan penyelesaian perdagangan lintas batas yang lebih lancar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Olahraga
Tur Eropa dengan Persiapan ...
Olahraga
Alcaraz Berpeluang Jumpa Va...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.