Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Badan Geologi Kementerian ESDM Dorong Agar Bentang Karst Dilindungi

📅 Kamis, 21 Nov 2024, 22:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Badan Geologi Kementerian ESDM Dorong Agar Bentang Karst Dilindungi Doc: ANTARA/Suriani Mappong

MAKASSAR - Badan Geologi Kementerian ESDM mendorong kawasan bentang karst yang tersebar di Indonesia agar dilindungi, termasuk Kawasan Bentang Karst Maros-Pangkep seluas 42.600 hektare atau karst terluas di Indonesia dan ketiga di dunia.

"Hal itu menjadi urgent, sehingga Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hadir di sini untuk memberikan pemahaman pentingnya kawasan lindung geologi itu," kata General Manager Badan Pengelola Geopark Maros-Pangkep, Dedy Irfan di Makassar, Rabu (20/11).

Karena itu, kata dia, Sosialisasi Kawasan Lindung Geologi yang digagas Badan Geologi, Kementerian ESDM di Makassar selama dua hari, yakni 19-20 November 2024, diharapkan dapat menguatkan pelaksanaan di lapangan.

Kondisi itu mengingat maraknya aktivitas pertambangan dan pesatnya pembangunan infrastruktur di sekitar wilayah bentang karst atau pegunungan kapur itu.

Dedy mengatakan sosialisasi yang digelar Badan Geologi ini salah satu tujuannya untuk menguatkan pengelola kawasan bentang karst dengan mengoptimalkan perlindungan melalui kolaborasi multipihak.

Hingga saat ini, Indonesia telah menetapkan tiga kawasan Cagar Alam Geologi (CAG) dan 14 Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK), termasuk di dalamnya Bentang Alam Karst Maros Pangkep yang baru diresmikan tahun ini.

Sementara itu, Sekjen Masyarakat Geowisata Indonesia (MAGI) Sunung Baskoro mengatakan KBAK memiliki potensi sebagai geowisata dan juga memiliki nilai sejarah dari sudut arkeologi, karena terdapat situs-situs purbakala seperti di Leang-Leang, Maros yang terdapat bekas telapak tangan dan gambar babi rusa yang diprediksi 40 ribu tahun silam.

Dia mengatakan, banyak KBAK di wilayah Indonesia Timur itu merupakan peninggalan prasejarah dari sisi arkeologi maupun dari geologi, sehingga perlu adanya penelitian kolaborasi antara arkeologi dan geologi dan memunculkan cabang geoarkeologi.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Geologi Tata Lingkungan Indonesia, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Indra Badri, mengatakan KBAK menyimpan banyak keunikan yang berbeda dari satu lokasi dengan lokasi lainnya.

"Karena itu, KBAK yang menyimpan banyak keunikan itu harus dilakukan konservasi dan dilakukan penataan di lapangan," ujar dia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Daerah
Lebih Cermat Lagi Belanja D...
Luar Negeri
Indonesia Dorong ACAFTA Buk...
Advertisement
Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.