Karawang Punya 6 Desa Wisata Baru, Destinasi Mana Saja yang Jadi Pilihan?
📅 Rabu, 23 Sep 2026, 05:17 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoKARAWANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat (Jabar), kembali menetapkan enam desa wisata sebagai upaya pengembangan perekonomian masyarakat di desa tersebut.
"Enam desa wisata ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Karawang Aep Syaepuloh," kata Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Karawang Lusi Asela di Karawang, Selasa.
Keenam desa yang ditetapkan sebagai desa wisata itu di antaranya Desa Kertawaluya, Cikuntul, Jatilaksana, Pasirjaya, Mekarbuana, dan Desa Tanjungjaya.
Ia menyebutkan, enam desa tersebut merupakan desa wisata kategori rintisan. Selanjutnya akan dilakukan pendampingan agar desa wisata kategori rintisan ini dapat terus berkembang dan meningkatkan kapasitas pengelolaannya.
"Kami berusaha selama beberapa tahun ke depan mendampingi mereka untuk upscaling desa wisatanya, dari rintisan menjadi berkembang, maju, hingga mandiri," katanya.
Sebelumnya pada tahun 2025 Pemkab Karawang telah menetapkan delapan desa wisata, yakni Desa Karangjaya, Cintalaksana, Sedari, Curug, Muarabaru, Cicinde Utara, Desa Kamojing, dan Desa Pangulah Utara.
Jadi dengan adanya penetapan enam desa baru, maka saat ini Karawang memiliki 14 desa wisata yang telah ditetapkan melalui SK Bupati Karawang Aep Syaepuloh.
"Jumlah desa wisata ini akan terus ditambah, karena targetnya di Karawang ada 30 desa wisata," katanya.
Desa wisata adalah sebuah daerah yang menjadi tujuan wisata yang menawarkan daya tarik wisata, fasilitas penunjang, dan kemudahan akses. Desa wisata ini juga merupakan bentuk pengembangan pariwisata yang berfokus pada kontribusi masyarakat dan pelestarian lingkungan.
Menurut dia, pengembangan desa wisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Pengembangan desa wisata juga dapat mendorong masyarakat memanfaatkan berbagai potensi lokal, mulai dari alam, budaya, ekonomi kreatif hingga sektor pertanian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!