Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Setujui Potensi Penjualan Militer Senilai Rp1,5 Triliun ke Ukraina

7 Kamis, 21 Nov 2024, 00:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Setujui Potensi Penjualan Militer  Senilai Rp1,5 Triliun ke Ukraina AS Setujui Potensi Penjualan Militer  Senilai Rp1,5 Triliun ke Ukraina Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan pada Rabu (25/9/2024) industri militer Ukraina telah tumbuh enam kali lipat selama setahun terakhir.

Washington - Departemen Luar Negeri AS, Selasa (19/11), memberikan izin untuk potensi penjualan peralatan dan layanan militer senilai 100 juta dolar (sekitar Rp1,5 triliun) ke Ukraina.

Rencana penjualan itu, kata Badan Kerja Sama Keamanan Dephan AS, akan mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Amerika Serikat.

Tujuan tersebut berusaha dicapai dengan meningkatkan keamanan negara mitra yang merupakan kekuatan untuk stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di Eropa, kata badan tersebut melalui pernyataan.

Menurut badan itu, paket penjualan akan mencakup perbaikan kendaraan, bantuan teknis, pelatihan, publikasi serta logistik dan dukungan.

Pengumuman itu muncul di tengah laporan bahwa pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah mengizinkan Ukraina menggunakan rudal jarak jauh AS untuk menargetkan serangan hingga ke dalam wilayah Rusia.

Pejabat pemerintahan tidak mengonfirmasi atau membantah laporan tersebut.

Perkembangan ini terjadi setelah kemunculan laporan bahwa Korea Utara mengirim pasukan untuk mendukung Rusia berperang.

Seorang pejabat tinggi AS mengatakan pemberian izin tersebut juga bertujuan untuk mencegah keterlibatan Korea Utara lebih lanjut dalam perang Rusia di Ukraina, yang diluncurkan pada Februari 2022.

Pada Selasa (19/11), Kementerian Pertahanan Rusia mengeklaim telah mencegat enam rudal ATACMS yang dipasok AS di wilayah Bryansk. Jika dikonfirmasi, insiden itu akan menandai penggunaan rudal jarak jauh pertama Ukraina sejak awal perang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy tidak akan mengonfirmasi atau membantah keterlibatan Kiev dalam serangan rudal tersebut.

Pada hari yang sama, Presiden Rusia Vladimir Putin memperbarui doktrin nuklir, yang memungkinkan penggunaan senjata nuklir sebagai respons terhadap serangan rudal konvensional yang didukung oleh kekuatan nuklir.

Sejumlah laporan mengindikasikan bahwa pemerintahan Biden sedang berupaya untuk mendistribusikan sisa bantuan keamanan senilai enam miliar dolar (sekitar Rp95,4 triliun) ke Ukraina.

Pendistribusian itu disebut diupayakan untuk terlaksana sebelum presiden terpilih Donald Trump menjabat pada Januari, guna mengantisipasi bahwa aliran senjata akan dihentikan ketika Trump menjabat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Olahraga
Madura United Hajar Arema F...
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.