Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Teknologi AI Bikin Tom Hanks Terlihat Lebih Muda di Film Barunya 'Here'

📅 Selasa, 29 Okt 2024, 09:48 WIB | Oleh: Tim Penulis

Film ini sepenuhnya direkam dari satu kamera statis, yang sebagian besar ditempatkan di sudut ruang tamu rumah di pinggiran kota AS.

Pemirsa kadang-kadang melihat sekilas ruang geografis yang sama sebelum rumah itu dibangun, saat aksi berpindah maju mundur ke masa kolonial dan pra-kolonial -- atau bahkan lebih awal.

"Here" didasarkan pada novel grafis karya Richard McGuire, yang menggunakan konsep yang sama.

"Itu harus sesuai dengan gaya buku, dan itulah mengapa tampilannya seperti itu," kata Zemeckis kepada AFP.

"Film ini berhasil di level yang tidak saya duga. Film ini memiliki keintiman yang sangat kuat, dan dengan cara yang luar biasa, film ini sangat sinematik."

Namun, penggunaan AI dalam film inilah yang paling menarik perhatian.

AI juga menjadi inti dari film yang sangat berbeda di AFI Fest -- "Wallace & Gromit: Vengeance Most Fowl," film terbaru untuk karakter stop-motion Inggris yang dicintai.

Saat Wallace membuat "kurcaci pintar" untuk mengurus tugas-tugasnya, anjing setianya Gromit segera mencium adanya bahaya.

Begitu Feathers McGraw -- penguin jahat yang diperkenalkan kepada penonton dalam film pendek tahun 1993 "The Wrong Trousers" -- terlibat, teknologinya berubah menjadi jahat.

AI menjadi "perpecahan antara Wallace dan Gromit," jelas salah satu sutradara Merlin Crossingham.

"Itu adalah sentuhan yang sangat ringan, meskipun itu adalah subjek yang sangat serius," katanya.

Jika "kita dapat memicu lebih banyak percakapan intelektual dari petualangan konyol kita dengan Wallace dan Gromit, maka itu bukanlah hal yang buruk."

Film itu sendiri tidak menggunakan AI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Daerah
UMKM di Subang Didominasi S...
Luar Negeri
Oposisi Norwegia Tuntut Spa...

Bersejarah, Aldila Sutjiadi Jadi Petenis Indonesia Pertama Juarai DC Open

Bersejarah, Aldila Sutjiadi Jadi Petenis Indonesia Pertama Juarai DC Open

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.