Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Hapus Produk Kanada dari Kontrak Pemerintah Amerika Serikat

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Trump Hapus Produk Kanada dari Kontrak Pemerintah Amerika Serikat Doc: AFP/Jim WATSON
Ket. Presiden AS Donald Trump

New York City - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (8/9) memerintahkan agar produk-produk asal Kanada dihapus dari daftar kontrak pengadaan pemerintah AS sebagai respons terhadap tarif balasan yang diberlakukan Kanada.

Trump meminta Administrasi Layanan Umum (General Services Administration/GSA), bekerja sama dengan Perwakilan Dagang AS (United States Trade Representative/USTR), mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk menghapus produk Kanada dari Multiple Award Schedules GSA.

"Saya dengan ini memerintahkan Administrasi Layanan Umum (General Services Administration/GSA), bekerja sama dengan Perwakilan Dagang AS (United States Trade Representative/USTR), untuk mengambil semua langkah yang diperlukan guna MENGHAPUS produk-produk asal Kanada dari Multiple Award Schedules GSA, kecuali jika Kanada kembali menerapkan resiprositas secara penuh dan adil bagi Petani dan Perusahaan Amerika," tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social.

Trump menuding Kanada tidak memberikan akses yang setara bagi produk dan perusahaan AS, khususnya di sektor pertanian dan pengadaan pemerintah.

"Kanada tidak mengizinkan Peternak Sapi Perah kita yang Hebat untuk menjual produk di Pasar Kanada, dan satu-satunya alasan Kanada memproduksi Mobil adalah karena Perjanjian Perdagangan sebelumnya yang membawa bencana saat Presiden-Presiden lain Menjabat. Kanada telah mencurangi kita selama bertahun-tahun," ujarnya.

Ia juga menuding pemerintah federal dan provinsi di Kanada melarang usaha kecil serta perusahaan AS mengikuti pasar pengadaan pemerintah.

"Pemerintah Kanada, termasuk Provinsi-provinsi di Kanada, telah melarang Usaha Kecil dan Perusahaan Amerika melakukan penjualan di Pasar Pengadaan di Pemerintah mereka. Hal itu bukanlah resiprositas, melainkan Penipuan Perdagangan oleh Kanada," kata Trump.

"Mulai saat ini, TIDAK ADA RESIPROSITAS - TIDAK ADA AKSES!" tegasnya.

Perintah tersebut dikeluarkan di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan Kanada. Washington sebelumnya mengenakan tarif sebesar 50 persen terhadap produk Kanada senilai sekitar 20 miliar dollar AS, yang mulai berlaku pada 22 Agustus.

Kanada kemudian membalas dengan menerapkan tarif terhadap produk AS dengan nilai impor yang setara mulai Selasa (8/9). Kebijakan tersebut terutama menyasar baja, produk susu, peralatan rumah tangga, mesin pertanian, pulp dan kertas, serta elektronik AS.

Tarif Baru

Selain itu, AS memperluas daftar barang Kanada yang dikenai tarif 50 persen. Berdasarkan dokumen resmi Gedung Putih, perubahan cakupan tarif dilakukan setelah pemerintah mempertimbangkan informasi, pendapat, dan rekomendasi dari pejabat senior cabang eksekutif.

"Berdasarkan informasi, pendapat, dan rekomendasi yang disampaikan oleh pejabat senior cabang eksekutif, serta informasi dan pertimbangan relevan lainnya, saya menentukan bahwa kepentingan publik mengharuskan perubahan cakupan produk yang dikenai bea tambahan ad valorem," kata Trump dalam perintah tersebut.

Berdasarkan lampiran dokumen yang ditinjau RIA Novosti, lebih dari 70 jenis barang ditambahkan ke dalam daftar produk yang dikenai tarif. Barang tersebut mencakup produk pertanian, kertas dan karton, struktur logam, produk aluminium dan logam dasar, kendaraan termasuk kereta golf, serta berbagai jenis furnitur dan perlengkapan penerangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Nasional
Reformasi Pemilu Jadi Kunci...
Nasional
Kerugian Iklim Melonjak, RU...
Olahraga
Indonesia Berharap Bisa Mer...
Nasional
Mendag Dorong UMKM Tembus P...
Megapolitan
KAI Services Dukung Penataa...
Luar Negeri
Wabah Campak di Bangladesh ...
Advertisement
Menkeu Ungkap Data Ekonomi Bulan Agustus Sinyal Postif untuk Perekonomian

Menkeu Ungkap Data Ekonomi Bulan Agustus Sinyal Postif untuk Perekonomian

10 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.