Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertumbuhan Populasi Dunia Melambat, Apakah Baik untuk Lingkungan?

📅 Jumat, 11 Okt 2024, 14:03 WIB | Oleh: Tim Penulis

Kemudian ada disparitas besar dalam penggunaan sumber daya. Jika kamu tinggal di Amerika Serikat (AS) ataupun Australia, jejak karbonmu hampir dua kali lipat lebih banyak dibandingkan Cina sebagai negara pengemisi terbanyak.

Negara maju mempunyai angka konsumsi yang lebih besar. Jadi, saat negara-negara semakin kaya dan sehat, meski dengan lebih sedikit anak, kemungkinan besar populasi global akan memiliki jejak emisi lebih tinggi.

Kecuali, tentu saja, kita mencoba menumbuhkan ekonomi yang lebih rendah emisi, berikut dampak lingkungan lainnya, sebagaimana banyak ditempuh negara-negara saat ini. Namun, kemajuan upaya ini masih sangat lamban.

Kemungkinan kita akan melihat lebih banyak kebijakan migrasi yang lebih terbuka untuk menggenjot jumlah angkatan kerja di suatu negara. Ini sudah dimulai-jumlah migrasi sudah melampaui-angka yang diproyeksikan pada 2050.

Ketika orang-orang bermigrasi ke negara yang lebih maju, ekonomi negara tersebut akan menguntungkan mereka dan juga negara tujuannya. Namun, sebagai hasilnya, emisi per kapita akan naik dan dampak lingkungan memburuk, karena kenaikan pendapatan berbanding lurus dengan penambahan emisi.

Selain itu, ada kekacauan yang mengintai akibat perubahan iklim. Seiring dengan pemanasan global, migrasi paksa-saat orang harus meninggalkan rumah untuk melarikan diri dari kekeringan, perang, atau bencana terkait iklim lainnya-diproyeksikan akan melonjak hingga 216 juta orang pada seperempat abad mendatang. Migrasi paksa mungkin mengubah pola emisi, tergantung pada tempat orang menemukan perlindungan.

Selain faktor-faktor ini, populasi global yang menurun mungkin bisa mengurangi konsumsi secara keseluruhan dan mengurangi tekanan terhadap lingkungan.

Para ahli lingkungan yang khawatir tentang overpopulasi telah lama berharap agar populasi global menurun. Keinginan mereka mungkin akan segera terpenuhi. Bukan melalui kebijakan pengendalian kelahiran yang dipaksakan, tetapi sebagian besar melalui pilihan perempuan terdidik dan lebih kaya yang memilih untuk memiliki keluarga kecil.

Masih menjadi pertanyaan terbuka apakah populasi yang menurun akan mengurangi tekanan pada lingkungan. Hal tersebut belum bisa terjawab kecuali kita mengurangi emisi dan mengubah pola konsumsi di negara-negara maju.The Conversation

Andrew Taylor, Associate Professor in Demography, Northern Institute, Charles Darwin University dan Supriya Mathew, Associate professor, Charles Darwin University

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.