Pertumbuhan Populasi Dunia Melambat, Apakah Baik untuk Lingkungan?
📅 Jumat, 11 Okt 2024, 14:03 WIB | Oleh: Tim PenulisFenomena yang terjadi saat ini adalah transisi demografi. Saat negara mulai bergerak dari masyarakat perdesaan dan agraris ke industri dan ekonomi berbasis jasa, angka kelahiran akan menurun tajam. Ketika angka kelahiran dan kematian sama-sama rendah, populasi akan mulai menurun.
Mengapa? Faktor pentingnya adalah pilihan perempuan. Lebih banyak perempuan yang menunda kehamilan dan rata-rata beranak lebih sedikit. Ini terjadi karena pilihan-pilihan yang lebih baik dan kebebasan menempuh pendidikan maupun karir.
Kenapa kita tiba-tiba berfokus pada depopulasi, padahal angka kelahiran di negara maju sudah menurun sejak beberapa dekade lalu?
Saat pandemi COVID melanda pada 2020, angka kelahiran terjun bebas di banyak negara, sebelum merayap naik sedikit. Di lain pihak, angka kematian meningkat. Walhasil, kombinasi itu mempercepat awal penurunan populasi secara lebih luas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penurunan populasi memicu tantangan ekonomi. Sebab, hanya sedikit tenaga kerja yang tersedia, dan lebih banyak orang tua yang membutuhkan dukungan.
Negara yang mengalami penurunan populasi secara cepat mungkin akan mulai membatasi emigrasi. Mereka ingin menjaga agar tenaga kerja yang sudah langka tidak ke mana-mana, sekaligus mencegah penuaan dan penurunan populasi lanjutan. Persaingan tenaga kerja terampil di pasar global akhirnya akan semakin panas. Tentu saja, migrasi tidak mengubah berapa banyak penduduk dunia-hanya terkait di mana mereka berada.
Apakah ini hanya masalah negara-negara maju? Tidak. Melambatnya pertumbuhan populasi di Brasil, negara besar berpendapatan menengah, sedang mencetak rekor.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada 2100, kemungkinan hanya ada enam negara di dunia yang memiliki angka kelahiran melebihi kematian: Samoa, Somalia, Tonga, Niger, Chad, and Tajikistan. Sekitar 97% negara lainnya diprediksi memiliki angka kelahiran di bawah tingkat penggantian (2,1 anak per perempuan).
Buruk bagi perekonomian-baik untuk lingkungan?
Lebih sedikit manusia berarti berkah bagi alam raya-ya, kan?
Sayangnya tidak sesederhana itu.
Tengoklah data jumlah energi per kapita yang kita gunakan meninggi pada penduduk 35 dan 55. Untuk usia seterusnya, angka ini menurun, tapi akan naik kembali pada penduduk berusia 70 dan seterusnya.
Kenaikan terjadi karena penduduk berusia tua cenderung berada di dalam ruangan lebih lama dan hidup sendirian di rumah yang besar. Pertumbuhan penduduk lansia yang luar biasa pada abad ini dapat menahan laju pengurangan konsumsi energi akibat penurunan populasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!