Pertumbuhan Penduduk RI Melambat, Didominasi Gen-Z dan Milenial
📅 Selasa, 05 Mei 2026, 12:46 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA – Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan laju pertumbuhan penduduk Indonesia terus melambat. SUPAS digelar di antara dua periode sensus penduduk untuk memotret indikator demografi seperti fertilitas, mortalitas, dan mobilitas.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut jumlah penduduk Indonesia hasil SUPAS 2025 mencapai 284,67 juta jiwa. Sebanyak 55,65% terkonsentrasi di Pulau Jawa. "Laju pertumbuhan penduduk tercatat sebesar 1,08 persen per tahun, melambat dari kondisi terakhir pada Long Form Sensus Penduduk 2020 (LF SP2020) sebesar 1,10 persen," kata Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5).
Komposisi Usia: Bonus Demografi Masih Berlangsung
Dari sisi usia, struktur penduduk Indonesia masih didominasi kelompok usia produktif. Sekitar 68,92% penduduk masuk kategori Gen-Z kelahiran 1997-2012, Milenial 1981-1996, dan Post-Gen Z kelahiran 2013 ke atas.
Meski begitu, rasio ketergantungan naik tipis. SUPAS 2025 mencatat angka 45,05, artinya setiap 100 penduduk usia produktif menanggung 45 penduduk usia nonproduktif. Angka ini naik dibanding LF SP2020 sebesar 44,33.
Sebaiknya Anda baca juga:
TFR Turun, Kelahiran Remaja Berkurang
Angka Kelahiran Total atau Total Fertility Rate (TFR) SUPAS 2025 turun ke 2,13 dari 2,18 pada LF SP2020. Penurunan terutama disumbang berkurangnya kelahiran pada perempuan usia 15-19 tahun dan 20-24 tahun.
Kematian Bayi dan Ibu Melahirkan Turun Signifikan
Sebaiknya Anda baca juga:
Indikator kesehatan membaik. Angka Kematian Bayi (IMR) SUPAS 2025 turun menjadi 14,12 per 1.000 kelahiran hidup, dari 16,85 pada LF SP2020. Capaian ini hampir setengah dari SP2010 yang sebesar 26,09.
Tren serupa terjadi pada Angka Kematian Ibu Melahirkan (MMR). SUPAS 2025 mencatat 144 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup, turun dari 189 pada LF SP2020. Angka ini turun lebih dari setengah dibanding SP2010 sebesar 346.
Migrasi Internasional Naik, DKI Jakarta Paling Banyak Ditinggal
BPS juga mencatat migrasi masuk maupun keluar internasional pada SUPAS 2025 meningkat dibanding LF SP2020. Untuk perpindahan domestik, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan persentase migrasi keluar antarprovinsi terbesar, baik kategori seumur hidup maupun risen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!