Menegangkan, 65 Menit Duel Emas Dramatis
📅 Minggu, 22 Sep 2024, 04:39 WIB | Oleh: Tim PenulisSelanjutnya, William berkomitmen untuk berdiskusi dengan pelatihnya, mengevaluasi performa di kejuaraan ini. Ia berharap bisa mencapai hasil lebih baik di PON 2028 di NTB dan NTT.
Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) bersama dewan juri menegaskan bahwa kejuaraan yang berlangsung pada 18-19 September 2024 dijalankan dengan semangat sportivitas yang tinggi.
Ketua Umum PBJI Laksamana Madya TNI (Purn) Desi Albert Mamahit, menyatakan pertandingan jujitsu PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 dipandu wasit profesional yang berpengalaman.
Tak ada keberpihakan kepada atlet atau provinsi mana pun yang berpartisipasi dalam ajang pertama kali ini di PON, menjamin keadilan dan integritas kompetisi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Fokus utama kejuaraan pada kebenaran dan keadilan dengan prinsip menghasilkan atlet yang benar-benar juara, bukan yang hanya dijadikan juara.
Demi menegakkan pertandingan yang adil dan sportivitas, PBJI dan dewan juri memberikan ruang bagi peserta yang melakukan banding. Hal itu terbukti ketika Tim Jatim dan Jabar saling banding, yang diatensi dengan baik.
Kejuaraan itu mempertandingkan delapan nomor yakni nomor newaza -62 kilogram (kg), newaza -69 kg, fighting -62 kg, fighting 77 kg, newaza -62 kg, fighting -55 kg, dan fighting -62 kg yang diikuti 59 atlet dari 14 provinsi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketua Dewan Hakim pertandingan jujitsu PON XXI Kolonel Kes. Yuni Rukmawati menyatakan bahwa yang perlu dilakukan dalam pertandingan berikutnya yakni penyeragaman pemahaman mengenai regulasi baru pertandingan.
Rata-rata ofisial peserta PON yang melakukan banding dalam kejuaraan itu karena kurangnya pemahaman terhadap regulasi yang terbaru.
Yuni pun mengklaim pertandingan cabang olahraga yang pertama kali dipertandingkan di ajang bergengsi di Indonesia ini, dilaksanakan dengan menjunjung tinggi sportivitas.
"Kami sudah punya fakta integritas sebelum melaksanakan tugas. Yang di situ intinya kita berjanji, kita profesional dan bertindak seadil-adilnya," tegas wanita yang juga Ketua Komite Wasit Juri Nasional PBJI ini.
Semangat dan pantang menyerah Deva Bagus Setyo, jujitsan Jawa Timur menjadi contoh perjuangan keras bagaimana mengukir prestasi meski tersisa tenaga terakhir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!