Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Delegasi UE dan ILO Cek Kondisi Nelayan di Pelabuhan Tegal

📅 Rabu, 11 Sep 2024, 00:02 WIB | Oleh:
Delegasi UE dan ILO Cek Kondisi Nelayan di Pelabuhan Tegal Doc: ANTARA/OKY LUKMANSYAH)
Ket. Duta Besar Yunani H.E Stella Bezirtzoglou (tengah) turun dari atas kapal tangkap ikan saat kunjungan Uni Eropa dan International Labour Organization (ILO) di Pelabuhan Perikanan Jongor, Tegalsari, Tegal, Jawa Tengah, Selasa (10/9).

KOTA TEGAL - Para duta besar negara-negara Uni Eropa (UE) bersama Organisasi Buruh Internasional atau International Labour Organization (ILO) mengecek kondisi para nelayan dan pekerja migran Indonesia yang bekerja di sektor perikanan laut di Pelabuhan Tegalsari, Kota Tegal, Jawa Tengah, Selasa (10/9).

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Denis Chaibi, di Kota Tegal, mengatakan kegiatan yang merupakan bagian dari Program Ship to Shore Right South East Asia tersebut merupakan bentuk komitmen atas kepedulian terhadap ketenagakerjaan bagi nelayan dan pekerja migran.

Seperti dikutip dari Antara, para duta besar dan perwakilan dari kedutaan 19 negara Uni Eropa ini datang untuk melihat langsung kondisi di Pelabuhan Tegalsari. "Ini dukungan negara-negara Uni Eropa terhadap Indonesia dalam menaikkan standar perlindungan para pekerja di sektor perikanan laut," katanya.

Menurut Chaibi, Eropa merupakan konsumen terbesar keempat produk perikanan Indonesia. Chaibi menuturkan dengan standar tinggi yang diterapkan di Eropa, maka negara-negara di Uni Eropa berharap untuk meningkatkan standar para pekerja di sektor perikanan laut tersebut.

Tingkatkan Perdagangan

Kerja sama antara Uni Eropa dan Indonesia, kata Chaibi, diharapkan akan terus meningkatkan nilai perdagangan yang memberi keuntungan bagi kedua pihak.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, Fendiawan Tiskiantoro, menambahkan, Pelabuhan Tegalsari memiliki daya tampung mencapai 1.154 kapal pencari ikan. "Produksi hasil laut per tahun mencapai 87.220 ton atau rata-rata 240 ton per hari," katanya.

Menurut Fendiawan, nilai ekonomi produk hasil laut di salah satu pelabuhan perikanan terbesar di Jawa Tengah itu mencapai sekitar 2,8 triliun rupiah. Selain dilengkapi dengan dermaga dan tempat pelelangan ikan, lanjut dia, Pelabuhan Tegalsari juga dilengkapi dengan 74 coolstorage serta SPBU untuk kapal nelayan.

Ia menambahkan kehadiran delegasi negara-negara Uni Eropa bersama Organisasi Buruh Internasional diharapkan bisa meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan kerja serta meminimalkan kecelakaan kerja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.