Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Istana di IKN Jadi Panutan Multi Disiplin Ilmu

📅 Selasa, 03 Sep 2024, 03:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Istana di IKN Jadi Panutan Multi Disiplin Ilmu Doc: antara

JAKARTA - Istana Negara dan Istana Garuda (Istana Presiden) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim), dinilai menjadi panutan karena pelaksanaan pembangunannya mengadopsi multi disiplin ilmu.

"Tak hanya arsitektur, tetapi juga harus mempertimbangkan struktur hingga keamanan," kata Arsitek Universitas Kristen Indonesia Dinar Ari Wijayanti di Jakarta, kemarin.

Dengan demikian, kata Dinar yang juga aktif sebagai pengurus Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) ini, istana di IKN menjadi karya yang tidak hanya indah tetapi juga menjadi contoh bangunan cerdas, handal, fungsional serta memiliki makna.

Sebelumnya, Direktur Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Diana Kusumaastuti dalam seminar daring menjelaskan hadirnya kedua istana tersebut melalui perjalanan panjang dari perencanaan hingga pembangunan.

Ia menyebut, hal itu berawal dari lomba desain pada 28 Maret 2022 dan dimenangkan arsitek Daliana Suryawinata.

"Kalau ada yang menyebut mengapa bentuknya seperti itu. Karena banyak pendekatan yang diterapkan mulai dari keindahan, bangunan cerdas, kehandalan, fungsional, termasuk makna," kata Diana.

Bahkan dia menyebut untuk keamanan, sebelumnya berkonsultasi dengan pasukan pengamanan presiden termasuk dengan TNI/ Polri.

Tak hanya itu, lanjutnya, di dalam bangunan istana itu harus ada simbol-simbol yang disematkan mulai dari kebangsaan, keberlanjutan, identitas bangsa.

"Kalau di Amerika Serikat dikenal dengan White House maka untuk IKN simbolnya burung garuda yang kemudian direalisasikan oleh karya Nyoman Nuarta," katanya.

Ia juga mengatakan, untuk interior, eksterior, hingga lanskap harus mencerminkan bangunan yang ramah lingkungan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan IKN.

Bentuk burung garuda yang juga mengadopsi lambang kebinekaan Indonesia akhirnya dipilih Presiden Joko Widodo untuk wujud dari kantor Presiden RI bekerja.

Pematung Nyoman Nuarta yang juga dihadirkan dalam seminar ini menyebut desain dasar dari Istana Kepresidenan berwujud monumen burung garuda di atas lahan 55,7 hektare dengan tapak seluas 334,200 meter persegi sehingga tampil kokoh, terbuat dari rangka baja dengan cangkang tembaga kuningan.

"Berdasar pengalaman yang panjang, konon material ini akan mengalami proses oksidasi, sehingga warnanya berubah menjadi kehijauan yang menawan," ucap dia.

Penggarap interior Istana Kepresidenan, Rudy Dodo mengatakan ruang-ruang di dalamnya menggunakan warna-warna alami dengan sentuhan seni bergaya tropis modern serta mengadopsi elemen budaya nusantara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.