Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Rentan Tertekan - 08 September 2026

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 07:40 WIB | Oleh:
Rupiah Rentan Tertekan - 08 September 2026 Doc: Istimewa

Rupiah diperkirakan bergerak terbatas se­iring penguatan indeks dollar AS dan meningkatnya kete­gangan geopolitik.

Tekanan eksternal tersebut berpotensi mendorong investor mengalihkan dana ke aset yang diang­gap lebih aman, sehingga rupiah tetap rentan terhadap pe­lemahan dan volatilitas pasar.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi melihat eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi gangguan arus energi melalui Selat Hormuz.

Selain geopolitik, pasar juga menantikan data inflasi AS, yakni indeks harga konsumen (CPI) dan indeks harga produsen (PPI), yang berpotensi mempengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Federal Reserve.

Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terha­dap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (8/9), bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran 17.640 - 17.680 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Senin (7/9) sore, bergerak me­nguat 2 poin atau 0,01 persen dari akhir pekan lalu menjadi 17.640 rupiah per dollar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan tipis rupiah dipengaruhi kenaikan cadangan devisa Indonesia pada Agustus 2026, meski ma­sih tertahan sejumlah sentimen eksternal.

“Rupiah ditutup menguat tipis terhadap dollar AS setelah data menunjukkan kenaikan cadangan devisa Indonesia pada bulan Agustus,” kata Lukman di Jakarta.

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa In­donesia pada akhir Agustus 2026 sebesar 146,5 miliar dollar AS atau sekitar 2.584,26 triliun rupiah, meningkat 1,2 miliar dollar AS atau sekitar 21,17 triliun rupiah dibandingkan po­sisi akhir Juli 2026 sebesar 145,3 miliar dollar AS atau sekitar 2.563,09 triliun rupiah.

Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri peme­rintah, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah oleh BI.

Namun, Lukman mengatakan penguatan rupiah masih terbatas ka­rena investor mempertimbangkan eskalasi geopolitik di Ti­mur Tengah serta menantikan sejumlah data ekonomi pen­ting dari dalam dan luar negeri.

“Untuk jangka pendek, walau momentum penguatan rupiah masih kuat, volatilitas eksternal diperkirakan masih akan mendominasi dan berpotensi menahan penguatan lanjutan rupiah,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Calon Pekerja Migran Bali B...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.