Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada 'Heat Exhaustion' dan 'Heat Stroke', bisa Fatal! Dokter Jelaskan Tanda-tandanya

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 17:48 WIB | Oleh:
Waspada 'Heat Exhaustion' dan 'Heat Stroke', bisa Fatal! Dokter Jelaskan Tanda-tandanya Doc: ANTARA/Sulthony Hasanudin
Ket. Warga menggunakan payung saat cuaca panas terik meliputi area Bundaran HI, Jakarta.

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam Faisal Parlindungan dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) menjelaskan tanda-tanda heat exhaustion dan heat stroke, gangguan yang bisa terjadi ketika beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama semasa cuaca panas.

Saat dihubungi wartawan dari Jakarta pada Kamis (13/8), dr. Faisal Parlindungan, Sp.PD menjelaskan bahwa heat exhaustion atau kelelahan akibat panas terjadi ketika tubuh kehilangan cairan dan garam dalam jumlah besar akibat paparan panas dan aktivitas fisik.

Dalam kondisi yang demikian, dia mengatakan, seseorang bisa mengeluarkan banyak keringat, merasa haus, lemas, pusing, sakit kepala, mual atau muntah, serta mengalami kram otot.

Sedangkan heat stroke atau serangan panas, menurut dia, merupakan kondisi yang lebih berat dari kelelahan akibat panas.

Serangan panas, ia melanjutkan, terjadi ketika tubuh gagal mengatur suhu sehingga suhu tubuh meningkat sangat tinggi dan berpeluang menyebabkan gangguan fungsi organ.

Menurut informasi yang disiarkan di laman resmi Kementerian Kesehatan, tanda heat stroke antara lain peningkatan suhu tubuh sehingga menjadi lebih dari 40 derajat Celsius.

"Pada heat stroke, mulai muncul gangguan fungsi otak. Penderitanya dapat mengalami kebingungan, sulit berkomunikasi, perilaku tidak normal, bicara tidak jelas, kejang, hingga penurunan kesadaran," kata dr. Faisal.

Ia menambahkan, penurunan kesadaran merupakan gejala utama yang membedakan heat stroke dengan heat exhaustion

Menurut dia, heat stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan segera untuk menurunkan suhu tubuh dan mencegah gangguan organ.

Dia menyampaikan bahwa serangan panas bisa memicu gangguan organ seperti otak, ginjal, hati, dan otot serta masalah pembekuan darah jika tidak segera ditangani.

​​​​​​​Dokter ​​​​​​​Faisal menekankan pentingnya segera menghentikan aktivitas dan berpindah ke tempat yang lebih sejuk apabila mulai mengalami gejala gangguan akibat paparan panas seperti pusing, lemas, mual, sakit kepala, atau kram otot.

Penanganan dampak paparan panas, menurut informasi di laman resmi Kementerian kesehatan, juga dapat dilakukan dengan melakukan kompres dingin di area leher, ketiak, dan selangkangan untuk menurunkan suhu tubuh.

Selain itu, penting pula untuk memperbanyak minum air putih guna menghindari terjadinya dehidrasi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat, terutama yang harus beraktivitas dalam waktu lama di luar ruangan, untuk mewaspadai risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas selama musim kemarau. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai produk Apple bukan utk diperbaiki, rusak ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.