Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenekraf Sebut Pertumbuhan Konten Digital Indonesia Sangat Masif

3 Kamis, 13 Agu 2026, 18:38 WIB | Oleh:
Kemenekraf Sebut Pertumbuhan Konten Digital Indonesia Sangat Masif Kemenekraf Sebut Pertumbuhan Konten Digital Indonesia Sangat Masif Doc: RRI

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menyatakan pertumbuhan sektor konten digital di Indonesia sangat masif. Bahkan, angka pertumbuhan konten digital Indonesia jauh melebihi negara-negara tetangga.

"Jadi tahun lalu itu impactnya dari ekosistem mereka sampai 8,4 triliun. Di tenaga kerja yang bekerja direct maupun indirect yang terdampak adalah sekitar 190 ribu orang," ujar Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Muhammad Neil El Himam, di acara Transformasi Kreator Indonesia pada Kamis (13/8).

Pemerintah sendiri, lanjut Neil, sangat mendukung pertumbuhan industri kreatif, termasuk konten digital. Terlebih, Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026-2045.

Dalam Perpres itu mengatur salah satunya tentang penambahan subsektor dari 17 menjadi 21 subsektor. "Salah duanya kebetulan di tempat saya konten digital, Direktorat Konten Digital dan subsektor teknologi baru, ada AI," kata Neil.

Menurut dia, Tranformasi Kreator Indonesia yang bertema 'Dukung Lokal, Pindah ke Lokal' akan membawa banyak manfaat. Karena, untung yang didapat akan sampai kepada para kreator.

"Biar bagaimana, sana dapat untungnya. Nah kita pengen untungnya itu juga ngga kesana gitu, dan kita semakin berkembang," ucap Neil.

Direktur Utama LPP RRI, I Hendrasmo, mengatakan kolaborasi RRI dan Hyppe sangat penting dalam mendorong kemajuan ekosistem digital. Selain itu juga memperkuat kedaulatan informasi dan platform digital Indonesia.

"Ini sangat penting dalam konteks kolaborasi untuk memajukan kepentingan bangsa, memajukan ekosistem digital Indonesia. Memajukan kedaulatan informasi, memperkuat platform digital Indonesia, jadi RRI ingin mengambil peran di sini," ujar Hendrasmo.

Hendrasmo menyebut RRI memiliki modal kuat untuk terlibat dalam pengembangan ekosistem konten digital. Selain jaringan stasiun radio di seluruh wilayah, RRI juga sangat dekat dengan masyarakat.

"RRI punya hub di masyarakat, stasiun radio terbesar di tanah air dan punya jaringan dengan kaum muda. Apalagi kalau secara internal kita juga punya produk-produk podcast yang baru saja kita gerakkan lagi dan berbagai arsip," kata dia.

Diketahui, jumlah video yang diunggah kreator Indonesia tercepat kedua di Asia tenggara. Besaran CAGR mencapai 16 persen selama 2022–2024.

Dari sisi konsumsi, basis pasar konten digital Indonesia sangat besar. APJII mencatat, sebanyak 221,56 juta pengguna internet pada 2024 dengan penetrasi 79,5 persen.

Angka tersebut naik dari 78,19 persen pada tahun 2023. Sementara BPS mencatat, sebanyak 72,78 persen penduduk mengakses internet pada 2024, naik dari 69,21 persen pada 2023. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.