Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Amerika Serikat Menuduh TikTok Langgar Privasi Pengguna Muda

📅 Senin, 05 Agu 2024, 00:03 WIB | Oleh:
Amerika Serikat Menuduh TikTok Langgar Privasi Pengguna Muda Doc: Bastien INZAURRALDE/AFP
Ket. Ketua Federal Trade Commission (FTC), Lina Khan

SAN FRANCISCO - Amerika Serikat (AS) pada hari Jumat (2/8), menggugat TikTok dengan mengatakan perusahaan itu telah membahayakan keselamatan jutaan anak-anak dengan mengumpulkan data pribadi mereka tanpa izin orang tua.

Dikutip dari New Straits Times, langkah tersebut menjadi serangan hukum terbaru Washington terhadap TikTok, yang juga tengah berjuang melawan hukum AS yang memaksa perusahaan induknya di Tiongkok, ByteDance, untuk menjual platform video itu atau menghadapi larangan nasional.

Departemen Kehakiman dan Komisi Perdagangan Federal atauFederal Trade Commission (FTC) bergabung dalam gugatan perdata hari Jumat, dengan mengatakan aplikasi berbagi cuplikan video melanggar Undang-Undang Perlindungan Privasi Daring Anak atauChildren's Online Privacy Protection Act (COPPA).

"TikTok secara sadar dan berulang kali melanggar privasi anak-anak, mengancam keselamatan jutaan anak di seluruh negeri," kata ketua FTC, Lina Khan, dalam sebuah pernyataan.

COPPA melarang situs web mengumpulkan informasi pribadi anak-anak di bawah usia 13 tahun tanpa izin orang tua.

Data Pribadi

Gugatan tersebut menyatakan sejak 2019, TikTok telah mengizinkan anak-anak menggunakan aplikasi tersebut, mengumpulkan dan menggunakan data pribadi dari pengguna muda tanpa sepengetahuan orang tua mereka.

"Bahkan akun yang dibuat dalam 'Mode Anak' yang ditujukan untuk pengguna di bawah usia 13 tahun mengumpulkan alamat email dan informasi pribadi lainnya," bunyi isi gugatan tersebut.

"TikTok dan perusahaan induknya, ByteDance, sering kali gagal memenuhi permintaan orang tua untuk menghapus akun dan data anak-anak mereka, dan memiliki kebijakan yang tidak efektif untuk mengidentifikasi dan menghapus akun yang dibuat oleh anak-anak," kata pejabat Departemen Kehakiman AS.

Juru bicara TikTok, Alexander Haurek,menegaskan perusahaan memiliki perlindungan untuk memastikan pengalaman yang sesuai dengan usia, dan menghapus akun-akun yang dicurigai berasal dari pengguna di bawah umur.

"Kami tidak setuju dengan tuduhan ini, yang banyak di antaranya terkait dengan peristiwa dan praktik masa lalu yang secara faktual tidak akurat atau telah ditangani. Kami bangga dengan upaya kami untuk melindungi anak-anak, dan kami akan terus memperbarui dan meningkatkan platform ini," katanya.

Lima tahun lalu, AS mengajukan gugatan yang berfokus pada COPPA terhadap aplikasi bernama Musical.ly, yang dibeli dan digabungkan ByteDance ke TikTok.

Menurut pejabat Departemen Kehakiman, kasus tersebut mengakibatkan TikTok harus mengambil langkah-langkah untuk mematuhi undang-undang privasi anak.

Sebuah rancangan undang-undang yang ditandatangani oleh Presiden Joe Biden awal tahun ini menetapkan batas waktu pertengahan Januari 2025 bagi TikTok untuk menemukan pembeli non-Tiongkok atau menghadapi larangan AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
Nasional
Warga Hadapi Paparan Debu A...
Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.