Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Gandeng Universitas Swasta Kembangkan Riset Monitoring Stunting

📅 Sabtu, 20 Jul 2024, 11:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
BRIN Gandeng Universitas Swasta Kembangkan Riset Monitoring Stunting Doc: ANTARA/HO-BRIN
Ket. Penandatanganan nota kesepahaman dalam riset monitoring stunting berbasis aplikasi yang dilakukan antara BRIN, Untidar Magelang, dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO).

JAKARTA - Pusat Riset Kebijakan Publik (PRKP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggandeng dua universitas swasta dalam pengembangan riset monitoring stunting berbasis aplikasi bernama Simonting.

"Riset stunting sangat strategis bagi BRIN karena isu tersebut menjadi prioritas nasional. Karenanya, diperlukan riset dan inovasi yang dapat meningkatkan program-program penurunan stunting," kata Kepala PRKP BRIN Yanuar Farida Wismayanti melalui keterangan di Jakarta, Sabtu (20/7).

Ia menyebutkan kerja sama riset di bidang monitoring stunting ini kelanjutan dari proses riset yang dikerjakan pada tahun sebelumnya.

"Tahun 2022-2023 kami sudah melihat data time series, bahwa anak stunting sangat berpengaruh terhadap masa depannya," ujarnya.

Melalui riset tersebut, kataFarida, ditemukan celah antara pola pengasuhan anak dan pola layanan kesehatan, yang salah satu masalah bersumber dari kader kesehatan yang belum memiliki perangkat secarakomprehensif.

Oleh karena itu, katanya, riset ini berfokus memastikan dan memonitorpenggunaan aplikasi Simonting guna kepentingan penurunan stunting, melalui program-program yang dilakukan pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan.

"Pencatatan kelahiran anak dilakukan oleh kader kesehatan dan posyandu. Kita sudah melakukan evaluasi monitoringnya menggunakan aplikasi Simonting yang sudah dikembangkan oleh Universitas Muhammadiyah Jember," ujarnya.

Tahun ini, ujarnya, BRIN memperluas studidengan melakukan riset di Jember, Ponorogo (Jawa Timur) dan Magelang (Jawa Tengah). Oleh sebab itu, BRIN menggandeng Universitas Tidar (Untidar) Magelang dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) dalam studi tersebut.

"Riset ini mempunyai dampak pada masyarakat dan kebijakan pemerintah. Oleh karenanya kami selalu melibatkan mitra di daerah yaitu pemerintah daerah, universitas, Bappeda/Bapperida, dan Dinas Kesehatan yang menangani penurunan stunting. Ini menjadi kebutuhan bersama," ujarnya.

Farida berharap, hasil kerja sama riset ini bisa dimanfaatkan dan diaplikasikan menjadi perangkat yang berguna di tingkat nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
UMKM

Kampus Jadi Ujung Tombak UMKM Berkelanjutan

53 menit yang lalu | Muchamad Ismail

Ekonomi
Kampus Jadi Ujung Tombak UM...
UMKM

Akses Pasar Seret, Pengembangan UMKM Tersendat

53 menit yang lalu | Muchamad Ismail

Ekonomi
Akses Pasar Seret, Pengemba...
Ekonomi
Regulasi Ojol Masuk Babak B...
Ekonomi
BI Tahan Bunga 5,75 Persen,...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.