Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Kembalikan Sembilan Kerangka Diduga Tentara Jepang

📅 Jumat, 28 Jun 2024, 18:47 WIB | Oleh:
Pemerintah Kembalikan Sembilan Kerangka Diduga Tentara Jepang Doc: muhamad marup
Ket. Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hilmar Farid (kanan) dan Staf Ahli 1 Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Kabupaten Biak, Fransisco Olla (kiri), dalam konferensi pers Ekskavasi dan Repatriasi Kerangka Tentara Jepang, di Jakarta, Jumat (28/6).

JAKARTA - Pemerintah mengembalikan sembilan kerangka manusia diduga kuat sebagai tentara Jepang yang gugur pada Perang Dunia II. Kerangka tersebut berasal dari Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua dan kini telah sampai di Jakarta untuk diteliti lebih lanjut kepastiannya dengan menggunakan tes DNA.

"Ini merupakan misi kita untuk memuliakan manusia, sekaligus pengingat agar tidak terulang di masa mendatang," ujar Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hilmar Farid, dalam konferensi pers Ekskavasi dan Repatriasi Kerangka Tentara Jepang, di Jakarta, Jumat (28/6).

Hilmar menerangkan, penemuan sembilan kerangka ini merupakan hasil positif setelah pada 2019 lalu terjadi penandatanganan kesepakatan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Kedubes Jepang. Kerja sama tersebut berkenaan usaha ekskavasi, sisa-sisa, jasad dari para serdadu Jepang yang meninggal waktu perang dunia II, khususnya di daerah Papua.

Dia menerangkan, temuan tersebut mungkin dapat dipandang sedikit mengingat pada saat perang terdapat puluhan ribu tentara Jepang di wilayah kepulauan Biak - Numfor. Adapun kegiatan ekskavasi dan repatriasi bertujuan untuk memenuhi kaidah ilmiah, akademis, kesehatan, dan memperhatikan aspek sosial-budaya.

"Berdasarkan keberhasilan dan tentu saja ditambah dengan evaluasi, maka penerapan Prosedur Operasional Standar pada kegiatan berikutnya diharapkan akan memperoleh hasil yang lebih baik lagi," jelasnya.

Hilmar menyebut, ekskavasi, pengumpulan, dan repatriasi kerangka tentara Jepang yang gugur bukan hanya sebatas identifikasi kerangka tentara Jepang atau bukan kerangka tentara Jepang. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mengarah pada detail mengenai siapa namanya dan siapa keluarganya yang masih ada saat ini.

"Oleh karena itu, kegiatan ini sarat dengan nilai kemanusiaan yang merupakan salah satu nilai yang dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia," tuturnya.

Staf Ahli 1 Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Kabupaten Biak, Fransisco Olla, berharap, ekskavasi dan repatriasi berjalan lancar. Dia berharap, ada juga kerangka tentara Jepang yang tetap berada di Biak untuk mengungkit sektor pariwisata. "Kita berharap ada juga yang dikembalikan ke Biak karena salah satu keunggulan wisata di Biak adalah Goa Jepang," katanya.

Sebagai informasi, pada tahun 1944, sejarah telah mencatat bahwa di wilayah yang kini disebut Indonesia pernah menjadi teater Perang Dunia II. Pertempuran berlangsung di beberapa lokasi, salah satunya terjadi antara tentara Jepang dan Amerika di Kepulauan Biak - Numfor, Papua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Gunung Piramid Disisir untuk Mencari Dua Pendaki yang Hilang

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Gunung Piramid Disisir untu...

Turnamen Cincinnati Open akan Diwarnai Duet Dua Williams

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Turnamen Cincinnati Open ak...

Gelar Mubadala Milik Taylor Fritz

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gelar Mubadala Milik Taylor...
Megapolitan
Obat Keras Daftar G Sebanya...

Harga Cabai Rawit Rp61.450/Kg, Telur Ayam Rp31.800/Kg

46 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp61.450/...

Harga Telur di Tingkat Pengecer di Kabupaten Lebak Turun

52 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Telur di Tingkat Peng...

55 Kecamatan di Banten Krisis Air, Polda Kirim Bantuan

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
55 Kecamatan di Banten Kris...

4 Tempat Usaha Don Ritto Mulai Disisir Petugas Kejagung

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
4 Tempat Usaha Don Ritto Mu...
Daerah
ASN Yang Segera Memasuki Ma...

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

04 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.