Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

4.425 UMKM Terdampak Bencana Dapat Fasilitas Web Sumatera Bangkit untuk Masuk Pasar Digital

3 Jumat, 18 Sep 2026, 17:39 WIB | Oleh:
4.425 UMKM Terdampak Bencana Dapat Fasilitas Web Sumatera Bangkit untuk Masuk Pasar Digital 4.425 UMKM Terdampak Bencana Dapat Fasilitas Web Sumatera Bangkit untuk Masuk Pasar Digital Doc: ANTARA/HO-Kementerian UMKM
Ket. Layanan belanja online khusus bertajuk "UMKM Sumatera Bangkit" di salah satu platform e-commerce yang menampilkan produk-produk UMKM asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama TikTok Shop by Tokopedia memfasilitasi 4.425 UMKM terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk memperluas akses pasar melalui landing page atau halaman web khusus UMKM Sumatera Bangkit.

Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM Ari Anindya mengatakan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan usaha dengan membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi UMKM terdampak bencana.

"Landing page ini memfasilitasi akses pemasaran dan digitalisasi agar UMKM lebih mudah mengenalkan produk dan mendapat akses pasar seluas-luasnya pascabencana," ujar Ari dalam siaran pers di Jakarta, Jumat.

Kementerian UMKM menggelar sosialisasi melalui Klinik UMKM Bangkit di Pidie Jaya, Aceh, Kamis (17/9). Hingga 26 Agustus 2026, sebanyak 4.425 UMKM telah bergabung dalam landing page UMKM Sumatera Bangkit dengan 2.128 produk lokal yang ditampilkan.

Ari mengatakan keberadaan landing page menjadi salah satu layanan konkret Klinik UMKM Bangkit untuk membantu pelaku usaha terdampak bencana menjangkau konsumen yang lebih luas sekaligus meningkatkan peluang penjualan.

Menurut dia, pelaku UMKM terdampak bencana perlu memanfaatkan ekosistem digital dan perdagangan elektronik untuk memperluas pasar seiring perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan belanja daring.

Untuk bergabung, UMKM harus terdaftar melalui aplikasi SAPA UMKM, memiliki akun marketplace aktif, serta memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Produk yang dipasarkan juga harus merupakan produk lokal.

Selain pemasaran, Klinik UMKM Bangkit memberikan pendampingan terkait pembiayaan dan produksi. Tiga tenaga pendamping di setiap klinik membantu UMKM memperoleh akses relaksasi pinjaman dan modal, akses pasar, serta solusi bagi usaha yang produksinya terhenti akibat bencana.

Pendampingan dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana dan sebelumnya telah berlangsung di Banda Aceh, Medan, Padang, dan Pidie.

Pendampingan selanjutnya dijadwalkan berlangsung di Tapanuli Tengah pada 22 September 2026.

Kementerian UMKM menyatakan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan platform digital tersebut diarahkan untuk menjaga keberlanjutan produksi serta mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi UMKM di wilayah terdampak bencana. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

03 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.