Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mitos sebagai Makam Kertanegara

📅 Sabtu, 08 Jun 2024, 06:25 WIB | Oleh:
Mitos sebagai Makam Kertanegara Doc: Wikimedia

Kertanegara menurut kakawin Pararaton adalah satu-satunya raja Singasari yang naik takhta secara damai. Kertanegara merupakan sosok raja Jawa pertama yang ingin memperluas kekuasaannya mencakup wilayah Nusantara.

Dalam kakawin Nagarakertagama menyebutkan daerah-daerah bawahan Tumapel di luar Jawa pada masa Kertanagara antara lain, Kerajaan Melayu, Bali, Pahang, Gurun, Sunda, Madura dan Bakulapura.

Untuk mewujudkan ambisi memperluas wilayah kekuasaannya, dilaksanakanlah ekspedisi Pamalayu (Pamalayu bermakna perang Malayu). Tujuannya untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan di Sumatra sehingga dapat memperkuat pengaruhnya di selat Malaka yang merupakan jalur ekonomi dan politik penting.

Ekspedisi ini juga bertujuan untuk menghadang pengaruh kekuasaan Mongol yang telah menguasai hampir seluruh daratan Asia. Pada 1289 misalnya, ia menolak kekuasaan Mongol yang meminta menyerahkan upeti setiap tahunnya. Ia melukai utusan Kubilai Khan yang bernama Meng Khi dengan memotong salah satu telinganya.

Pada era Kertanegara berkuasa berkembang agama sinkretisme Siwa Buddha. Ia juga yang memerintah pembangunan Candi Jawi sebelum meninggal pada 1292 oleh pasukan pemberontak Bupati Gelang Gelang yaitu Jayakatwang. Prasasti Mula Malurung menyebut ia masih merupakan ipar sekaligus besan dari Kertanegara.

Mendengar kehadiran Jayakatwang, Kertanegara murka dan turut terjun dalam peperangan. Tidak terduga Ia tewas terbunuh oleh beberapa orang yaitu Mpu Raganata, Patih Kebo Anengah, Panji Angragani, dan Wirakreti.

Mangkatnya Kertanegara menjadi awal bagi keruntuhan Kerajaan Singasari dan juga beberapa wilayah yang berada di bawah kekuasaannya seperti Bali, Gurun, Pahang dan Tanjungpura, yang dikuasai dengan susah payah.

Candi Jawi disebut menjadi tempat ditaburkannya abu dari jenazah Kertanegara yang beragama sinkretisme Siwa Buddha. Pendapat ini mula-mula disampaikan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Thomas Stamford Raffles dalam bukunya History of Java.

Apa yang disampaikan Raffles diikuti oleh arkeolog J F G Brumund, Conrad Leemans, Pieter Johannes Veth sampai Willem Frederik Stutterheim. Menurut Stutterheim, Candi Jawi adalah monumen pemakaman bagi Raja Kertanegara.

Di candi tersebut kata Stutterheim ini terdapat sumuran atau lubang kecil seperti sumur yang menjadi tempat menguburkan peti batu (peripih). Lokasi sumuran berada di bilik atau ruangan bagian dalam dari candi.

Lalu datas sumuran itu didirikan arca perwujudan raja yang bentuknya disesuaikan dengan agama yang dianut sang raja Siwa Buddha. Kepercayaan yang dianut raja merupakan titisan dewa. Oleh karenanya ketika meninggal akan kembali ke dewa penitisnya.

Sebagai raja yang telah meninggal, rakyatnya tetap dapat berhubungan dengan raja melalui media bangunan suci yang dikenal sebagai candi termasuk Candi Jawi. Selain sebagai tempat suci untuk sembahyang candi juga berfungsi sebagai bangunan suci tempat pemujaan terhadap roh dari raja.

Apabila rakyat ingin mengadakan interaksi dengan raja, diadakan upacara pemujaan di candi. Dengan berputar mengelilingi candi searah jarum jam atau berlawanan jarum jam, harapannya patung dewa yang ada dalam candi akan "hidup" karena arwah sang raja turun dari kahyangan dan hadir dalam upacara.

Namun pendapat candi sebagai tempat makam, ditolak oleh Soekmono salah satu arkeolog dari Indonesia dan pernah memimpin proyek pemugaran Candi Borobudur pada 1971-1983. Berdasarkan pengalamannya bangunan suci itu tidak pernah menjadi tempat meletakkan abu jenazah raja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.