Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korsel, Tiongkok, dan Jepang, Ingin Denuklirisasi Semenanjung Korea

📅 Selasa, 28 Mei 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korsel, Tiongkok, dan Jepang, Ingin Denuklirisasi Semenanjung Korea Doc: AFP/KIM HONG-JI
Ket. KTT Trilateral di Seoul l (Dari kiri) PM Jepang, Fumio Kishida, Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol, dan PM Tiongkok, Li Qiang, menghadiri konferensi pers bersama usai mereka melaksanakan KTT trilateral di Seoul pada Senin (27/5). Selain sepakat untuk meningkatkan kerja sama, ketiga pemimpin itu juga menegaskan bahwa mereka ingin terjadinya denuklirisasi di Semenanjung Korea.

SEOUL - Para pemimpin Korea Selatan (Korsel), Tiongkok, dan Jepang, pada Senin (27/5) menegaskan kembali tujuan mereka untuk melakukan denuklirisasi di Semenanjung Korea dalam pertemuan puncak yang jarang terjadi di mana mereka juga sepakat untuk memperdalam hubungan dagang.

KTT tersebut mempertemukan Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol, Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, dan Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, di Seoul, untuk melakukan perundingan trilateral pertama kedua negara dalam hampir lima tahun.

Meskipun Korea Utara (Korut) tidak secara resmi masuk dalam agenda tersebut, beberapa jam sebelum para pemimpin bertemu, Pyongyang mengumumkan bahwa mereka akan segera menempatkan satelit mata-mata lain ke orbit yang mana langkah itu melanggar sanksi PBB yang melarang negara tersebut melakukan uji coba menggunakan teknologi balistik.

Pada konferensi pers bersama, Yoon dan Kishida mendesak Korut untuk membatalkan peluncuran tersebut, dan pemimpin Korsel mengatakan hal itu akan merusak perdamaian dan stabilitas regional dan global.

Presiden Yoon juga menyerukan tanggapan internasional yang menentukan jika pemimpin Korut, Kim Jong-un, melanjutkan peluncuran satelit keempatnya yang diklaim Seoul telah dibantu secara teknis oleh Russia sebagai imbalan atas pengiriman senjata Pyongyang ke Moskwa untuk digunakan di Ukraina.Namun Tiongkok, sekutu dan penyumbang ekonomi terpenting Korut, tetap bungkam mengenai masalah ini, dan Perdana Menteri Li tidak menyebutkannya dalam pengarahan tersebut.

Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah perundingan, negara-negara tersebut menegaskan kembali komitmen mereka terhadap denuklirisasi di Semenanjung Korea, dan menambahkan bahwa perdamaian sebagai kepentingan dan merupakan tanggung jawab bersama.

Menanggapi hal itu, Korut langsung meresponsnya dengan mengatakan bahwa membahas denuklirisasi di Semenanjung Korea saat ini merupakan provokasi politik yang serius.

"Pembicaraan apapun tentang denuklirisasi akan melanggar posisi konstitusional negara kami sebagai negara pemilik senjata nuklir," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut seperti disiarkan KCNA. "Hal seperti denuklirisasi menyeluruh di Semenanjung Korea telah mati secara teoritis, praktis dan fisik," imbuh kantor berita Korut itu.

Perbedaan

Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Tiongkok sebelumnya mengutuk uji coba nuklir Korut dan mendukung sanksi yang bertujuan membatasi pengembangan senjatanya. Selain itu, Tiongkok pun secara konsisten mendukung seruan denuklirisasi di seluruh Semenanjung Korea.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, ketika hubungan Tiongkok dengan Amerika Serikat (AS) memburuk, Beijing semakin menghalangi upaya-upaya yang dipimpin Washington DC untuk menjatuhkan sanksi yang lebih ketat terhadap Korut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing bahkan menyalahkan latihan militer gabungan AS-Korsel sebagai penyebab meningkatnya ketegangan regional.

"Meski begitu, fakta bahwa Seoul, Tokyo, dan Beijing berupaya meningkatkan kerja sama trilateral dan meningkatkan hubungan ekonomi merupakan pertanda baik bagi perjanjian di masa depan mengenai topik-topik yang lebih sulit seperti nuklir Korut," komentar peneliti dari Asan Institute, Lee Dong-gyu.

"Mencapai konsensus cepat mengenai cara menangani rezim Kim Jong-un akan selalu sulit karena terdapat perbedaan posisi diplomatik dan keamanan di setiap negara," imbuh Lee. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pasar Properti Dubai Anjlok Drastis Sejak Perang Iran Pecah

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Ekonomi
Pasar Properti Dubai Anjlok...
  • Modus Canggih di Jepang: Eks Insinyur Racik Program Sendiri Demi Gasak Jutaan Yen
    Preview komentar:
    Hubungi nomor 082178509155 Atau 1500001 (layanan khusus untuk ...
    Anda dapat menghubungi layanan support (Tokocrypto) melalui nomor ...
  • Instruksi Prabowo Dijalankan! PKP Siapkan Rusun Subsidi di Kota-Kota Jatim
    Preview komentar:
    Berikut Nomor Whatsapp Resmi Tokocrypto adalah +62 818-898-300, ...
    Perlu di ingat, Saluran resmi Tokocrypto, hanya di ...
  • Rp2,2 Triliun Digelontorkan! Kementerian PKP Kebut Bangun Huntap Pascabencana di Sumatera
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi (Bri QLola) hanya ...
    Saluran resmi (Bri QLola) hanya bisa dihubungi di ...
Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.