“Dream Chaser', Pesawat Angkut Logistik Luar Angkasa
📅 Selasa, 28 Mei 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: afp/ Patrick T. FALLON
Pesawat luar angkasa Dream Chaser dari Sierra Space dalam waktu dekat akan melakukan perjalanan perdananya ke orbit Bumi. Pesawat tidak berawak ini akan mengirimkan pasokan logistik ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Dengan sirip dadanya yang selalu menghadap ke atas dan hidungnya yang tumpul, Dream Chaser lebih mirip paus pembunuh daripada pesawat luar angkasa. Namun tidak seperti seguni atau orca (paus pembunuh), Dream Chaser, akan segera terbang mengorbit.
Pesawat luar angkasa ini akan membawa makanan dan perbekalan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) akhir tahun ini, sekaligus untuk melakukan perjalanan ke luar angkasa untuk pertama kalinya. Perjalanannya akan menjadikannya kendaraan komersial terbaru yang mengunjungi ISS sebagai bagian dari program layanan pasokan komersial (commercial resupply services) bagi NASA.
Namun para pemimpin di Sierra Space, perusahaan yang membuat pesawat bersirip ini, memiliki visi yang lebih dari sekadar pengiriman seperti itu. Mereka berharap suatu hari nanti Dream Chaser akan membawa manusia ke luar angkasa dan dapat bertindak sebagai semacam program luar angkasa yang siap pakai untuk negara-negara yang menginginkannya yang memiliki sumber daya terbatas.
Selain itu, para pejabat Sierra Space berpendapat bahwa Dream Chaser dapat mengirimkan pasokan atau orang ke berbagai tempat di Bumi untuk kementerian pertahanan misalnya. Caranya dengan melakukan perjalanan dari satu titik ke titik lain di seluruh dunia dengan kecepatan yang lebih cepat daripada pesawat pada umumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun sebelum semua itu terjadi, Dream Chaser harus melakukan penerbangan perdananya yang dijadwalkan akhir tahun ini.
Sebelumnya pesawat ulang-alik NASA berperan sebagai pengantar bahan makanan dan layanan "taksi" asli untuk stasiun luar angkasa. "Namun ketika pesawat ulang-alik ini pensiun pada tahun 2011, kami harus mulai mencari beberapa cara untuk mendukung stasiun luar angkasa dengan beralih beralih ke perusahaan swasta," kata Phil Dempsey, manajer Kantor Integrasi Transportasi ISS NASA seperti dikutip dariScientific American.
Jika perusahaan swasta tersebut bisa membangun pesawat antariksa, maka NASA dapat dengan mudah membeli layanan mereka daripada harus membuat dan merawat kendaraannya sendiri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kontrak tahap pertama NASA untuk hal ini diberikan kepada SpaceX dan Orbital ATK (sekarang Northrop Grumman). Sedangkan pada tahap kedua, Sierra Space menjadi perusahaan ketiga yang memenangkan kontrak. Pada tahun ini, Dream Chaser akan dimuat ke dalam roket United Launch Alliance Vulcan Centaur di Cape Canaveral, Florida, yang akan digunakan setelah kembali.
Kapal kargo Northrop disebut Cygnus dan bentuknya seperti kaleng yang memiliki sayap yang tidak efektif secara aerodinamis. Kapal ini naik namun tidak turun dan memasuki kembali atmosfer secara destruktif.
Sedangkan solusi SpaceX adalah kapsul Dragon yang lebih mirip dengan pesawat luar angkasa Apollo klasik di masa lalu dengan sentuhan modern dan minimalis dan kembali dengan selamat ke Bumi dalam sekejap, setelah itu siap untuk digunakan kembali. Sayangnya perjalanan kedua kapal ini tidak selalu mulus.
"Kedua penyedia awal mengalami kegagalan peluncuran awal," kata Dempsey. "Mungkin Dream Chaser akan menjadi 'penangkap mimpi' dengan tingkat kesulitan yang lebih sedikit," imbuh dia.
"Lifting-Body"
Dream Chaser adalah pesawat luar angkasalifting-body. Diluncurkan dengan roket tetapi dapat mendarat seperti pesawat terbang di landasan, dengan perutnya yang lebar memberikan daya angkat yang dimiliki sayap pada pesawat konvensional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!