Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Silla, Kerajaan yang Menyatukan Semenanjung Korea

📅 Selasa, 07 Mei 2024, 05:10 WIB | Oleh:

Pengaruh Kebudayaan

Meskipun Kerajaan Silla Bersatu menolak untuk menjadi provinsi lain di Tiongkok, hubungan dengan Tiongkok tidak memburuk, bahkan negara muda Korea menjadi sekutu setianya. Pengaruh kebudayaan Tiongkok tetap signifikan, seperti yang terjadi pada periode Tiga Kerajaan sebelumnya.

Baik Konfusianisme maupun Buddha tetap menjadi bagian penting dari sistem pendidikan Kerajaan Silla Bersatu. Sedangkan Buddha masih menjadi agama resmi negara, yang dianut oleh semua lapisan masyarakat. Biksu-cendekiawan yang paling terkenal berasal dari periode ini yaitu Wonyho turut mempopulerkan keyakinan ini pada abad ke-7 Masehi.

Sementara itu, Konfusianisme menjadi lebih kuat di Kerajaan Silla Bersatu dengan Akademi Konfusianisme Nasional yang didirikan pada 682 M dan ujian bagi administrator negara diperkenalkan pada 788 M.

Terdapat perdagangan yang sehat antara kedua negara juga dengan barang-barang mewah Tiongkok seperti sutra, buku, teh, dan karya seni diimpor. Sedangkan Korea mengekspor logam terutama emas dan perak, ginseng, barang-barang rami, barang-barang manufaktur, kuda, dan mengirim pelajar dan cendekiawan ke Tiongkok.

Kerajaan Silla Bersatu juga membangun hubungan Jepang bagian selatan, terutama pada periode Nara dan Heian. Kontak dengan para pedagang Arab, yang membawa rempah-rempah, karpet, dan perhiasan, memperluas dengan dunia luar. Temuan kaca di Korea mencakup kapal-kapal Romawi, Sasanian, dan Suriah yang membuktikan jaringan perdagangan yang berkembang pesat sepanjang periode tersebut.

Di bidang seni, kerajinan dari logam terus menjadi karya seni unggulan di Kerajaan Silla Bersatu. Hal ini terlihat pada mahkota emas dari berbagai makam. Pada periode itu bentuk seni baru berkembang yaitu membuat lonceng perunggu besar (pomjong) yang digunakan di kuil Buddha.

Contoh lain dari kesenian Silla Bersatu yang masih ada adalah lentera batu, genteng dengan wajah mengerikan untuk mengusir roh jahat, ubin lantai yang dihiasi kelopak bunga teratai, jumlahnya meningkat dari standar 6-8 periode sebelumnya menjadi 16 atau 32 buah.

Di bidang arsitektur, dibangun Istana Gyeongju memiliki taman dan danau sendiri. Namun sayangnya, yang tersisa dari bangunan ini hanyalah ubin lantai dekoratif. Bangunan penting yang masih bertahan di ibu kota ini mencakup dua pagoda batu Dabotap dan Seokgatap yang keduanya berasal dari abad ke-8 M, yang menurut tradisi berasal dari 751 M.

Salah satu bangunan batu yang menonjol dari zaman Kerajaan Silla Bersatu adalah kuil Buddha Gua Seokguram di sebelah timur Gyeongju. Dibangun antara 751 dan 774 M, kuil ini berisi ruang dalam berbentuk kubah melingkar yang di dalamnya terdapat patung Buddha duduk besar setinggi 3,45 meter. Dindingnya dihiasi dengan 41 patung besar murid dan Bodhisattva. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.