Silla, Kerajaan yang Menyatukan Semenanjung Korea
📅 Selasa, 07 Mei 2024, 05:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: afp/ TORU YAMANAKA
Selama 700 tahun, Semenanjung Korea dihuni oleh tiga kerajaan yang saling bermusuhan satu sama lain yaitu Silla, Baekje, dan Goguryeo, serta konfederasi Gaya (Kaya). Namun aliansi dengan Dinasti Tang, membuat Silla mampu mengalahkan para pesaingnya.
Korea di zaman kuno terdiri dari tiga kerajaan yang saling berseteru. Kerajaan-kerajaan itu adalah Kerajaan Silla, Baekje (Paekche) dan Goguryeo (Koguryo), serta konfederasi Gaya (Kaya). Periode tiga kerajaan yang berkonflik satu sama lain berlangsung cukup lama yaitu dari abad ke-1 SM hingga akhir abad ke-7 M.
Pada berbagai masa, Tiongkok sangat menaruh perhatian aktif terhadap wilayah tersebut, terutama pada masa Dinasti Han, Sui, dan Tang. Pada 660 M, Dinasti Tang sangat ingin menguasai Semenanjung Korea untuk memperluas wilayahnya.
Strateginya yaitu Dinasti Tang ingin sangat ingin agar kerajaan-kerajaan selatan yang bermasalah ini melemahkan diri mereka sendiri dalam berperang melawan satu sama lain. Dengan bantuan Tiongkok, Kerajaan Silla akhirnya mampu mengalahkan saingan-saingan lama mereka.
Kemenangan tersebut tidak langsung menjadikan Dinasti Tang menguasai Semenanjung Korea. Tiongkok bagi masyarakat setempat masih dipandang sebagai pemain yang berbahaya. Ketika mereka lengah karena karena disibukkan dengan kebangkitan Tibet, pasukan Silla berhasil mengalahkan pasukan Tiongkok yang tetap tinggal di Korea setelah membantu mengalahkan Baekje dan Goguryeo dalam pertempuran di Maesosong (675 M) dan Kibolpo (676 M).
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemenangan atas Tiongkok menjadikan Silla menguasai seluruh wilayah semenanjung secara penuh. Kerajaan ini kemudian disebut sebagai Kerajaan Silla Bersatu (Tong-il Silla). Nama ini dipergunakan untuk membedakannya dengan Kerajaan Silla lama yang lebih kecil.
Kerajaan Silla Bersatu berhasil menguasai seluruh Korea hingga ke utara hingga Sungai Daedong. Tetangga Kerajaan Silla terdekat mereka di utara adalah Kerajaan Balhae (Parhae) yang tidak bersahabat berada di Manchuria. Kerajaan ini dibentuk oleh orang-orang buangan dari Kerajaan Goguryeo lama dan anggota Malgal yang semi-nomaden.
Raja-raja Silla selama ini didominasi oleh klan Kim dengan hanya segelintir raja yang berasal dari keluarga bangsawan lain. Untuk membantu menyatukan negara, para bangsawan yang pernah berkuasa secara politik dari kerajaan-kerajaan yang jatuh secara paksa dipindahkan ke tempat yang kecil kemungkinannya untuk memicu pemberontakan. Namun demikian mereka diberi status yang setara dengan rekan-rekan Silla mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk lebih menjamin kesetiaan, anggota tertentu dari keluarga bangsawan diharuskan untuk secara rutin hadir di Ibu Kota Geumseong. Nama tempat ini juga dikenal sebagai Seorabol dan sekarang sebagai Gyeongju.
Orang-orang yang dianggap terlalu berbahaya bagi negara dan tawanan perang akan diperbudak untuk bekerja di tanah milik bangsawan, di bengkel manufaktur, atau di proyek gedung pemerintah.
Gyeongju menjadi lebih indah pada periode ini. Digambarkan dalam kumpulan teks Samguk yusa, kota ini memiliki 35 istana, 55 jalan, 1.360 distrik, dan 178.936 rumah yang menakjubkan. Kemakmuran ini meningkatkan populasi menjadi sekitar 900.000 jiwa.
Kerajaan Silla Bersatu juga membangun istana di tepi danau buatan. Sementara itu istana lainnya memiliki aliran air yang melewatinya sehingga cangkir anggur dapat diapungkan ke para tamu. Bahkan terdapat istana dan taman khusus untuk empat musim dengan flora dan fauna yang eksotis.
Kuil-kuil baru dibangun atau diperluas seperti Bulguksa (Kuil Tanah Buddha) besar yang menjulang dari danau teratai. Kerajaan yang lebih luas menjadi makmur karena industri pertanian yang berkembang pesat, yang menjadi lebih produktif melalui proyek irigasi yang ekstensif dan perdagangan di seluruh Laut Tiongkok Timur.
Tidak adanya perang yang berkepanjangan mendorong berkembangnya seni dan ilmu pengetahuan secara pesat. Arsitektur, patung, pengerjaan logam, matematika, dan astronomi merupakan bidang keunggulan tertentu. Sejarah menjadi kajian penting, dan pada masa inilah dilakukan perbaikan pada pencetakan balok kayu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!