Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korut Diduga Pasang Ranjau di Jalan Zona Demilitarisasi Korea

📅 Senin, 29 Apr 2024, 16:22 WIB | Oleh:
Korut Diduga Pasang Ranjau di Jalan Zona Demilitarisasi Korea Doc: Istimewa
Ket. ILUSTRASI-Ranjau darat.

SEOUL - Korea Utara diduga memasang ranjau darat di sepanjang jalan inter-Korea di dalam zona demilitarisasi (DMZ) yang memisahkan dua Korea, kata pejabat militer Korea Selatan seperti dikutip kantor berita Yonhap, Senin.

Militer Korsel mendapati Korut memasang ranjau-ranjau di jalan tak beraspal di dalam DMZ pada akhir tahun lalu di dekat Bukit Arrowhead di Cheorwon, 85 km timur laut Seoul, kata pejabat tersebut.

Jalur tersebut dibuat berdasarkan perjanjian militer antar-Korea pada 2018 untuk menghubungkan Korsel dan Korut dalam upaya bersama menggali sisa-sisa orang yang tewas di dekat bukit tersebut selama perang Korea tahun 1950-53.

Ketika ditanya tentang apa yang melandasi tindakan Korut, Kepala Staf Gabungan (JCS) menyatakan bahwa Korut telah mengambil langkah-langkah untuk memulihkan tindakan militer yang dihentikan berdasarkan perjanjian tahun 2018 setelah membatalkannya pada November lalu di tengah meningkatnya ketegangan hubungan.

Juru bicara JCS Kolonel Lee Sung-jun mengatakan pada briefing rutin bahwa militer Korsel mengambil tindakan "yang diperlukan", namun mengesampingkan pemasangan ranjau di jalan tersebut sebagai langkah yang proporsional.

Sejak membatalkan perjanjian yang dirancang untuk mengurangi ketegangan militer, Korut, menurut kantor berita Yonhap, telah memasang ranjau di semua jalan yang menghubungkan kedua Korea yang pernah dianggap sebagai simbol rekonsiliasi dan kerjasama antarkedua negara.

Pada Januari, pasukan Korut terlihat memasang ranjau di dua jalan antar-Korea yaitu jalan Gyeongui di antara kota Paju di perbatasan barat Korsel, jalan Kaesong dan Dohhae di sepanjang pesisir timur.

Bulan lalu, militer Korsel juga mendeteksi Korut mematikan puluhan lampu di sepanjang kedua jalan tersebut.

Korut juta terlihat membangun kembali pos-pos penjagaan di DMZ yang telah dibongkar berdasarkan kesepakatan kedua negara.

Korsel telah mengambil langkah-langkah untuk mendirikan kembali pos-pos penjagaan yang telah hancur, namun Lee menolak menjelaskan lebih lanjut, dengan alasan kemungkinan risiko terhadap keselamatan pasukan.

Desember lalu, pemimpin Korut Kim Jong-un menyerukan penghapusan kebijakan yang telah berlangsung puluhan tahun yang mengupayakan unifikasi dengan Korsel dan mendefinisikan hubungan mereka sebagai "dua negara yang saling bermusuhan."

Pada Januari, Kim memberikan instruksi untuk mengambil tindakakan "ketat" untuk memblokir semua saluran komunikasi antar-Korea di sepanjang perbatasan, seperti memutus jalur darat Gyeongui ke "tingkat yang tidak dapat diperbaiki lagi."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...
Luar Negeri
Kebakaran Gudang Limbah Anc...
MILITER

Militer Korsel Nyaris Tembak Drone AS

46 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Militer Korsel Nyaris Temba...
Ekonomi
XL Dinobatkan Sebagai Best ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.