Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes Kulon Progo Tegur Penjual Makanan yang Mengandung Pewarna di Pasar Rakyat Bendungan

📅 Rabu, 10 Apr 2024, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinkes Kulon Progo Tegur Penjual Makanan yang Mengandung Pewarna di Pasar Rakyat Bendungan Doc: ANTARA/HO-Dinkes Kulon Progo
Ket. Pengawasan produk makanan di Pasar Bendungan, Kabupaten Kulon Progo.

Kulon Progo - Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberikan teguran terhadap pedagang Pasar Rakyat Bendungan yang menjual makanan yang mengandung pewarna berbahaya dan produk rusak.

Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami di Kulon Progo, Selasa, mengatakan petugas Dinkes Kulon Progo melakukan pengawasan berfokus pada bahan tambahan pangan (BTP) berbahaya dan pangan olahan tanpa izin edar (TIE)/ilegal, kedaluwarsa, dan rusak di pasar rakyat.

"Hasilnya, dari 17 sampel makanan yang di periksa menggunakan sanitarian kit dengan parameter uji boraks, formalin, methanil yellow dan rhodamin B, ditemukan dua sampel yang positif mengandung bahan rhodamine B (pewarna berbahaya) yang terdapat pada kerupuk dan rengginang," kata Sri Budi Utami.

Ia mengatakan pada pengawasan kali ini juga masih ditemukan produk pangan dengan kemasan rusak.

Untuk, mengimbau agar masyarakat untuk tetap selektif dalam membeli makanan yang akan dikonsumsi dan kepada para pedagang agar lebih mengedepankan keamanan pangan dari produk yang diperjualbelikan di pasar rakyat, sehingga dapat melindungi masyarakat dari pangan yang berisiko terhadap kesehatan.

"Bagi masyarakat diharapkan agar lebih cerdas dalam memilih pangan aman dengan selalu melakukan cek KLIK (cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengkonsumsi pangan olahan," katanya.

Sri Budi Utami juga mengatakan selama Ramadhan, Dinkes Kulon Progo selalu memonitor kandungan makanan yang beredar di pasaran. Kemudian, dinkes bersama BPOM melakukan menu berbuka puasa di Alun-alun Wates dan lainnya yang banyak menjual menu berbuka puasa.

Berdasarkan hasil pengawasan, kandungan berbahaya di makanan bisa berupa pewarna tekstil hingga bahan pengawet yang tidak sesuai penggunaan.

"Sosialisasi juga selalu dilakukan agar masyarakat memahami seperti apa makanan dengan kandungan berbahaya," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.