Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemensos Tetap Dampingi Penerima Bansos yang Graduasi

📅 Jumat, 05 Apr 2024, 03:13 WIB | Oleh:
Kemensos Tetap Dampingi Penerima Bansos yang Graduasi Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini, dalam acara Graduasi Pena 2024, di Jakarta, Kamis (4/4).

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini, memastikan pihaknya tetap melakukan pendampingan terhadap penerima bantuan sosial (bansos) yang telah graduasi. Adapun para penerima bansos yang graduasi telah mengikuti program kewirausahaan yaitu Pahlawan Ekonomi (Pena).

"Jadi kita kenapa tadi saya sampaikan kenapa kita nggak ngelepas. Begitu mereka kita masih terus tangani," ujar Risma dalam acara Graduasi Pena 2024, di Jakarta, Kamis (4/4).

Dia menerangkan, pendampingan penting untuk mencegah mereka kembali menjadi penerima bansos. Selain itu, kata Risma, pendampingan rutin juga membuat produk mereka memiliki nilai tambah.

Risma menyebut, pendampingan tidak hanya berupa pelatihan produk, tapi juga manajerial. Salah satu pendampingan dilakukan melalui kanal youtube Pena TV tiap Sabtu dan Minggu.

Risma mengungkapkan, saat ini Kemensos sudah menggraduasi 21.333 penerima bansos. Penerima bansos baru bisa graduasi jika sudah memiliki pendapatan di atas Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

"Kalau sudah di atas UMK, maka baru kita keluarkan (graduasi). Kalau di bawah itu, meskipun kan ada kemiskinan ekstrem, kemudian miskin, kita nggak keluarkan," katanya.

Dia menyebut, program pemberdayaan seperti Pena menjadi penting terutama untuk mengatasi masalah kemiskinan ekstrem. Menurutnya, Bansos saja tidak cukup mengingat untuk nominal maksimal bansos di Kemensos hanya 450.000 rupiah.

"Padahal kalau dihitung kemiskinan ekstrim itu minimal 1,9 USD per orang per hari. Karena itu, kenapa Pena lahir. Kalau kita memberikan bansos, itu sulit untuk keluar dari kemiskinan," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Mensos menyebutkan sebanyak 11.260 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia berhasil keluar dari kemiskinan ekstrem berkat bantuan Program PENA.

Mensos memaparkan belasan ribu KPM tersebut berasal dari enam Program PENA yakni PENA Reguler, Berdikari, Atensi, Komunitas, Bencana, Vokasional. "Jadi tahun ini Program PENA berhasil meluluskan 11.260 keluarga dari kemiskinan ekstrem per Maret 2024 dengan indikator adalah mereka yang belasan ribu ini kini memiliki pendapatan di atas Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK)," jelas Mensos.

Dari keenam Program PENA tersebut, lanjut dia, keluarga penerima manfaat yang paling cepat keluar dari kemiskinan ekstrem ialah penerima Program PENA Berdikari dengan 5.630 KPM.

Adapun total keluarga penerima manfaat Program PENA dari tahun 2023 hingga Maret 2024 sebanyak 21.333 KPM, dengan Jawa Tengah menjadi provinsi terbanyak diikuti Jawa Barat yang meluluskan KPM dari garis kemiskinan ekstrem.

Provinsi Jateng memiliki total penerima Program PENA sebanyak 3.970 KPM, sementara Jabar 2.961 KPM. ν ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jjroyal-luwak
Daerah
Gakkum Kehutanan Tangkap Pe...
Advertisement
Investor Masih Berbondong-bondong Antre Masuk KEK Kendal dan Batang, Ada Apa?

Investor Masih Berbondong-bondong Antre Masuk KEK Kendal dan Batang, Ada Apa?

30 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.