Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Misteri Terpecahkan, Batu Purba Ungkap Rahasia Air Membentuk Bumi

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 02:42 WIB | Oleh:
Misteri Terpecahkan, Batu Purba Ungkap Rahasia Air Membentuk Bumi Doc: Curtin University/Chris Kirkland

CANBERRA - Para pakar geologi menemukan bukti baru bahwa air telah memengaruhi bagian dalam bumi dan aktivitas vulkanis lebih dari 3 miliar tahun lalu, berdasarkan analisis terhadap beberapa batuan vulkanis tertua di planet ini.

Studi yang dipimpin oleh Australia tersebut menganalisis batuan purba dari Kraton Pilbara di Negara Bagian Australia Barat dan menemukan tanda-tanda bahwa air telah bergerak jauh di bawah permukaan Bumi sebelum membantu menghasilkan magma yang kemudianmembentuk gunung berapi seperti yang ditemukan di "Cincin Api" Pasifik saat ini, menurut pernyataan yang dirilis oleh Universitas Adelaide pada Rabu (8/7).

Temuan tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications, menunjukkan bahwa Bumi telah mengalami bentuk proses daur ulang air yang membentuk planet ini di masa kini, meskipun kondisinya sangat berbeda pada masa awal pembentukan planet.

Penelitian itu memberikan gambaran langka mengenai masa lampau Bumi, kata pakar geokimia Universitas Adelaide, Eric Vandenburg, yang memimpin studi tersebut.

Saat ini, air didaur ulang ke bagian dalam Bumi melalui tektonik lempeng, di mana lempeng samudra tenggelam di zona subduksi. Namun, para ilmuwan telah lama memperdebatkan apakah proses seperti itu beroperasi di Bumi pada zaman purba yang lebih panas.

Tim peneliti mengusulkan bahwa, alih-alih tektonik lempeng modern, mekanisme sebelumnya yang disebut "dripduction" menggerakkan air ke bawah: kerak bumi yang padat dan kaya air tenggelam ke dalam mantel, melepaskan air yang membantu menghasilkan magma, memicu letusan gunung berapi, dan membentuk batuan yang masih dipelajari hingga saat ini.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa bagian dalam dan permukaan Bumi terhubung jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya, dengan implikasi bagi pemahaman tentang pertumbuhan benua, letusan gunung berapi, dan bahan-bahan penting bagi kehidupan.

Karena batuan setua ini langka, Kraton Pilbara yang terpelihara dengan baik menawarkan catatan unik tentang Bumi pada zaman purba, memungkinkan para ilmuwan untuk merekonstruksi peristiwa 3,1 miliar tahun yang lalu dari jejak kimia dalam batuan tersebut, menurut studi itu. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Nasional
Asosiasi Ojol Tolak Status ...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.