Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenangan 'Oppenheimer' dan Kekuatan Suara Pribumi, Oscar 2024 di Mata 5 Pakar

📅 Senin, 18 Mar 2024, 13:26 WIB | Oleh: Tim Penulis

Lagu-lagu kuat dan pertunjukan memukau

Penampilan Ryan Gosling dalam I'm Just Ken, yang ditulis dan diproduseri oleh Mark Ronson dan Andrew Wyatt, merupakan penampilan Lagu Asli Terbaik yang paling menonjol di Oscar 2024.

I'm Just Ken adalah salah satu dari dua lagu yang dinominasikan dari Barbie, bersama dengan What Was I Made For karya Billie Eilish dan Finneas O'Connell. Mereka bergabung dengan The Fire Inside dari Flamin' Hot karya Becky G, It Never Went Away karya Jon Batiste dari American Symphony, dan Wahzhazhe (A Song for My People) dari Killers of the Flower Moon.

Becky G merayakan warisan Meksiko-Amerika-nya dengan penampilan penuh semangat dari The Fire Inside, diiringi dengan indah oleh paduan suara anak-anak Latin dan latar belakang visual yang menyala-nyala.

Penampilan Jon Batiste yang memukau dalam It Never Went Away dari American Symphony membawa pulang cinta dan pengabdian mendalam yang dia miliki untuk istrinya, Suleika Jaouad.

Lagu balada Billie Eilish, What Was I Made For, akhirnya memenangkan penghargaan untuk lagu orisinal terbaik. Penampilannya sangat emosional, dengan rekan penulis dan saudara produsernya, Finneas O'Connell, menemaninya bermain piano. Aransemen orkestra yang indah menghadirkan bakat dan daya tarik ke panggung.

Penampilan Wahzhazhe (A Song For My People) oleh Scott George dan Osage Tribal Singers dari Killers Of The Flower Moon adalah pernyataan yang kuat tentang kekuatan energi yang dibawa oleh penyanyi kolektif dan perkusi ke dalam sebuah pertunjukan.

Namun, penampilan Oscar juga mengingatkan kita, terkadang keintiman dari drama yang senyap, justru mengirimkan pesan paling keras.

- Alison ColeThe Conversation

Ari Mattes, Lecturer in Communications and Media, University of Notre Dame Australia; Alison Cole, Composer and Lecturer in Screen Composition, Sydney Conservatorium of Music, University of Sydney; Bronwyn Carlson, Professor, Indigenous Studies and Director of The Centre for Global Indigenous Futures, Macquarie University; Harriette Richards, Lecturer, Fashion Enterprise, RMIT University, dan Tom Clark, Chair of Academic Board, Victoria University

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.