Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenangan 'Oppenheimer' dan Kekuatan Suara Pribumi, Oscar 2024 di Mata 5 Pakar

📅 Senin, 18 Mar 2024, 13:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenangan 'Oppenheimer' dan Kekuatan Suara Pribumi, Oscar 2024 di Mata 5 Pakar Doc: AP/Jordan Strauss/Invision
Ket. Para pemenang Oscar 2024.

Ari Mattes, University of Notre Dame Australia; Alison Cole, University of Sydney; Bronwyn Carlson, Macquarie University; Harriette Richards, RMIT University, dan Tom Clark, Victoria University

Seperti banyak film biografi, Oppenheimer karya Christopher Nolan, yang mendapatkan tujuh penghargaan termasuk Film Terbaik, mungkin terlihat agak konyol, seperti sebuah aksi berdandan. Kita menyaksikan bagaimana aktor-aktor terkenal seperti Robert Downey Jr. (yang memenangkan Aktor Pendukung Terbaik) dan Cillian Murphy (Aktor Terbaik) berusaha keras untuk berperan sebagai tokoh-tokoh sejarah nyata, tapi tetap tidak bisa menangkap segala halnya 100% sempurna.

Demikian pula dengan narasinya-yang menelusuri keterlibatan J. Robert Oppenheimer dalam Proyek Manhattan mengembangkan bom atom yang pada akhirnya akan menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki-berjalan dengan cara lambat seperti umumnya narasi kisah nyata.

Film genre biasanya memiliki banyak ketelitian dan kecerdasan karena mereka mengikuti formula tertentu yang mengharuskan mereka untuk sangat kreatif dengan cerita dan tampilan mereka-elemen-elemen tersebut tak tampak di sini.

Namun, Oppenheimer memenangkan Film Terbaik bukanlah sebuah kesalahan. Malah, kemenangan tersebut sangat masuk akal.

Film ini benar-benar memikat, menggunakan visual dan suara untuk menciptakan pengalaman yang intens dan memukau yang terlihat luar biasa di layar besar, terutama karena difilmkan dalam film 70mm berkualitas tinggi.

Seperti kebanyakan film Christopher Nolan, Oppenheimer sedikit berlebihan dan terlalu berusaha keras untuk tampak lebih dalam dari yang sebenarnya. Namun, sebagai sebuah refleksi hiburan tahun 1950-an-sebuah periode yang sering diidealkan dalam film dan budaya Amerika-Nolan melakukan pekerjaan hebat.

Oppenheimer bukanlah film terbaik yang dinominasikan atau film terbaik tahun 2023, tetapi ia berhasil sebagai sebuah karya sinema.

Kemenangan ini merupakan perubahan yang cukup menyegarkan: Akademi telah menjauh dari film-film yang biasanya membosankan dan didaktis, yang penuh dengan pesan dan telah mendominasi dalam beberapa tahun terakhir. Sebaliknya, mereka memilih untuk memberi penghargaan pada sebuah karya yang secara teknis dan formal tercapai dengan baik, sebuah karya yang benar-benar mempertimbangkan mediumnya dan efektif dalam menggunakannya.

-Ari Mattes

Di karpet merah: pin merah dan gaun hitam

Upacara penghargaan sering kali menjadi kesempatan untuk menyampaikan pernyataan politik melalui fesyen. Di Oscar, pernyataan ini biasanya berbentuk pin atau pita. Pada 2021, banyak peserta mengenakan pita #withrefugees berwarna biru sebagai dukungan terhadap Ukraina setelah invasi Rusia.

Tahun ini, sebagai tanggapan atas serangan Israel yang sedang berlangsung di Gaza, banyak artis, termasuk Billie Eilish (dalam balutan Chanel) dan Finneas O'Connell, Ava DuVernay (dalam busana Louis Vuitton), Ramy Youssef (dalam thobe hitam cantik karya Zegna), Mahershala Ali, Riz Ahmed dan Mark Ruffalo mengenakan pin merah Artists4Ceasefire.

Pernyataan lain dibuat melalui desain itu sendiri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Nasional
Kemenkum Akselerasi Layanan...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.