Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenag Tegaskan Pengeras Suara Tidak Dilarang

📅 Minggu, 17 Mar 2024, 20:18 WIB | Oleh:
Kemenag Tegaskan Pengeras Suara Tidak Dilarang Doc: istimewa
Ket. Juru bicara Kementerian Agama Anna Hasbie.

JAKARTA - Juru bicara Kementerian Agama Anna Hasbie menegaskan, penggunaan pengeras suara dalam beragam aktivitas keagamaan, baik di masjid dan musala tidak dilarang. Menurutnya, tidak ada satu poin pun dalam Surat Edaran No 05 tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala yang melarang penggunaan pengeras suara.

"Tidak ada larangan penggunaan pengeras suara di masjid dan musala. Syiar Islam harus didukung. Kemenag terbitkan edaran untuk mengatur penggunaan pengeras suara dalam dan pengeras suara luar," ujar Anna, dalam keterangannya kepada awak media, Minggu (17/3).

Dia menyebut, masih ada sejumlah pihak yang belum memahami substansi edaran tersebut. Sayangnya, pihak tersebut lantas menyampaikan ke publik bahwa Pemerintah melarang penggunaan pengeras suara dalam aktivitas keagamaan di masjid dan musala.

"Padahal, sama sekali tidak ada larangan penggunaan pengeras suara. Apalagi, masih ada yang menyebut bahwa azan dengan pengeras suara juga dilarang," jelasnya.

Anna mengajak masyarakat untuk membaca dengan teliti dan memahami edaran tersebut. Menurutnya, edaran tersebut sudah ada sejak 1978 dalam bentuk Instruksi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

Dia mengungkapkan, edaran tersebut disusun semata untuk mewujudkan kerukunan beragama. Berbagai pihak mulai dari organisasi keagamaan sampai DPR mendukung adanya edaran tersebut.

"Untuk itu, diatur juga bahwa suara yang dipancarkan melalui pengeras suara perlu memperhatikan kualitas dan kelayakannya, suara bagus atau tidak sumbang, serta pelafalannya juga baik dan benar," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, membolehkan penggunaan pengeras suara secara proporsional. Menurutnya, Indonesia mesti menjaga toleransi dan tenggang rasa antar umat beragama.

"Memang itu (pengeras suara) diperlukan misalnya untuk mengundang orang untuk hadir atau memberitahukan sesuatu yang sangat penting. Tetapi kalau itu dimaksudkan untuk membikin suara lebih rame, saya kira tidak perlulah gitu," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.